kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

UBS: Pewaris Kekayaan Asia Lebih Percaya Wealth Manager untuk Suksesi


Selasa, 12 Mei 2026 / 08:21 WIB
UBS: Pewaris Kekayaan Asia Lebih Percaya Wealth Manager untuk Suksesi
ILUSTRASI. UBS Investment Bank (KONTAN/Ghina Ghaliya)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kalangan ultra kaya di kawasan Asia Pasifik disebut semakin mengandalkan profesional pengelola kekayaan atau wealth manager untuk membantu perencanaan suksesi dan transfer aset keluarga lintas generasi.

Melansir Reuters Selasa (12/5/2026), laporan terbaru UBS menyebut kawasan Asia Pasifik akan mengambil bagian dalam transfer kekayaan global senilai US$ 83 triliun yang diperkirakan terjadi dalam beberapa dekade mendatang.

Baca Juga: AS Kejar Banding, Pemerintahan Trump Minta Tarif Global 10% Tetap Berlaku

UBS mencatat lebih dari 40% keluarga kaya di Asia Pasifik saat ini sedang menjalani proses transfer kekayaan atau aktif merencanakan pewarisan aset kepada generasi berikutnya.

Dari kelompok tersebut, sekitar 72% calon pewaris memilih terlebih dahulu berkonsultasi dengan wealth manager dan family office untuk mendapatkan dukungan terkait perencanaan suksesi.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan Amerika Utara yang tercatat sebesar 42% dan Eropa sebesar 19%.

Co-Head UBS Global Wealth Management Asia Pasifik Young Jin Yee mengatakan, keluarga kaya di Asia Pasifik kini mengadopsi pendekatan yang lebih terstruktur dan terencana dalam proses transisi kekayaan antar generasi.

Baca Juga: Dua Lipa Gugat Samsung US$ 15 Juta atas Dugaan Penyalahgunaan Foto

“Kami melihat keluarga di Asia Pasifik mengadopsi pendekatan yang lebih terstruktur dan disengaja dalam transisi antar generasi,” ujar Young Jin Yee.

Menurut dia, generasi penerus keluarga kaya juga semakin menilai pentingnya akses jaringan global sebagai faktor pembeda utama dalam memilih pengelola kekayaan.

UBS memperkirakan transfer kekayaan pribadi senilai US$ 83 triliun tersebut akan berlangsung dalam dua hingga tiga dekade mendatang.

Istilah “generasi berikutnya” dalam laporan tersebut merujuk pada pihak yang akan mewarisi aset sekaligus mengambil peran lebih besar dalam mengelola kekayaan dan bisnis keluarga.

Laporan perdana UBS Global Next Generation Report itu menggabungkan hasil dua survei yang dilakukan sepanjang Mei 2025 hingga Januari 2026.

Baca Juga: AS Jatuhkan Sanksi Baru atas Pengiriman Minyak Iran ke China, Ini Penjelasannya

Secara global, survei melibatkan 175 responden, dengan sekitar 11% berasal dari kawasan Asia Pasifik.

Secara keseluruhan, hampir sepertiga responden global menyatakan keluarga mereka saat ini sudah mulai melakukan transfer kekayaan.

UBS juga mencatat bahwa orang tua dan pemilik kekayaan senior masih menjadi pihak utama yang memulai pembicaraan mengenai suksesi dalam sebagian besar keluarga kaya dunia.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×