kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.932   11,00   0,07%
  • IDX 7.130   23,49   0,33%
  • KOMPAS100 989   10,37   1,06%
  • LQ45 728   6,04   0,84%
  • ISSI 251   2,84   1,14%
  • IDX30 396   2,83   0,72%
  • IDXHIDIV20 493   4,50   0,92%
  • IDX80 111   1,13   1,03%
  • IDXV30 135   0,27   0,20%
  • IDXQ30 129   1,39   1,09%

Update Perang Timteng Hari Ke-25: Iran Bantah Klaim Trump dengan Hantaman Rudal


Rabu, 25 Maret 2026 / 05:22 WIB
Update Perang Timteng Hari Ke-25: Iran Bantah Klaim Trump dengan Hantaman Rudal
ILUSTRASI. Klaim negosiasi damai AS-Iran dibantah keras. Konflik Timur Tengah makin panas, siapkah pasar global menghadapi lonjakan harga energi? (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Ketidakpastian ini langsung mengguncang pasar global. Harga minyak sempat turun setelah klaim negosiasi, namun kembali naik setelah Iran membantahnya.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran membuat sekitar seperlima pasokan minyak dunia terganggu. Akibatnya, harga energi melonjak tajam dan memicu kekhawatiran inflasi global.

Negara-negara pun mulai merespons. Filipina bahkan menetapkan status darurat energi karena lonjakan harga minyak dianggap mengancam stabilitas pasokan.

Tonton: NATO Bergerak! 22 Negara Bersiap Hadapi Blokade Iran di Hormuz

Risiko Global Kian Meluas

Pemerintah AS juga mengeluarkan peringatan keamanan global bagi warganya di luar negeri. Ancaman serangan tidak hanya terbatas di Timur Tengah, tetapi juga berpotensi menyasar kepentingan AS di berbagai belahan dunia.

Situasi ini menunjukkan satu hal: meski ada wacana damai, realitas di lapangan masih jauh dari kata mereda.

Jadi, apakah perang akan segera berakhir?
Untuk saat ini, jawabannya masih belum jelas—karena yang terlihat justru eskalasi serangan, bukan deeskalasi konflik.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×