Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Ketidakpastian ini langsung mengguncang pasar global. Harga minyak sempat turun setelah klaim negosiasi, namun kembali naik setelah Iran membantahnya.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran membuat sekitar seperlima pasokan minyak dunia terganggu. Akibatnya, harga energi melonjak tajam dan memicu kekhawatiran inflasi global.
Negara-negara pun mulai merespons. Filipina bahkan menetapkan status darurat energi karena lonjakan harga minyak dianggap mengancam stabilitas pasokan.
Tonton: NATO Bergerak! 22 Negara Bersiap Hadapi Blokade Iran di Hormuz
Risiko Global Kian Meluas
Pemerintah AS juga mengeluarkan peringatan keamanan global bagi warganya di luar negeri. Ancaman serangan tidak hanya terbatas di Timur Tengah, tetapi juga berpotensi menyasar kepentingan AS di berbagai belahan dunia.
Situasi ini menunjukkan satu hal: meski ada wacana damai, realitas di lapangan masih jauh dari kata mereda.
Jadi, apakah perang akan segera berakhir?
Untuk saat ini, jawabannya masih belum jelas—karena yang terlihat justru eskalasi serangan, bukan deeskalasi konflik.













