kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Venezuela siap bayar vaksin Covid-19 dengan minyak


Senin, 29 Maret 2021 / 09:05 WIB
ILUSTRASI. Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Minggu (28/3/2021) mengusulkan pembayaran vaksin untuk virus corona baru dengan minyak. REUTERS/Manaure Quintero


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - CARACAS. Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Minggu (28/3/2021) mengusulkan pembayaran vaksin untuk virus corona dengan minyak. Namun, dia hanya memberikan sedikit rincian tentang bagaimana skema semacam itu akan bekerja.

Melansir Reuters, ekspor minyak mentah Venezuela yang dilanda krisis telah anjlok ke level terendah dalam beberapa dekade sejak Washington menjatuhkan sanksi kepada perusahaan minyak negara Petroleos de Venezuela pada 2019. Sanksi itu menyebabkan ekspor Venezuela ke Amerika Serikat terhenti dan menghalangi banyak pelanggan lain untuk membeli minyak Venezuela.

Maduro mengatakan Venezuela sedang berupaya untuk membayar vaksin dari mekanisme COVAX Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) -yang menyediakan akses vaksin ke negara-negara miskin- baik melalui dana Venezuela yang dibekukan di rekening luar negeri karena sanksi, dan melalui pengiriman minyak.

"Venezuela memiliki kapal minyak dan memiliki pelanggan yang akan membeli minyak kami. Kami siap untuk menukar minyak dengan vaksin, tapi kami tidak akan meminta kepada siapa pun," kata Maduro dalam pidato televisi pemerintah seperti yang dikutip Reuters.

Venezuela telah menerima dosis vaksin dari sekutunya Rusia dan China. Pemerintah dan oposisi telah melakukan pembicaraan dengan Pan American Health Organisation (PAHO) mengenai akses Venezuela terhadap vaksin melalui COVAX. Akan tetapi pemerintah mengatakan pada pekan lalu bahwa mereka tidak akan menerima vaksin AstraZeneca PLC, salah satu inokulasi utama yang digunakan oleh COVAX di Amerika Latin.

Washington mencap Maduro sebagai seorang diktator yang mencurangi pemilihan umum 2018 dan telah melanggar hak asasi manusia dalam tindakan keras terhadap perbedaan pendapat.

Maduro mengatakan Washington berusaha untuk menggulingkannya dalam kudeta untuk mengontrol cadangan minyak Venezuela, yang terbesar di dunia dengan beberapa langkah.

Selanjutnya: Presiden Venezuela Maduro sebut vaksin Covid-19 buatan Rusia paling aman




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×