Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Federasi veteran perang Argentina menyerukan kepada para pendukung tim nasional untuk memusatkan perhatian pada pertandingan sepak bola menjelang semifinal Piala Dunia melawan Inggris dan tidak menjadikan laga tersebut sebagai ajang untuk menggaungkan klaim kedaulatan atas kepulauan di Atlantik Selatan.
Argentina dan Inggris pernah terlibat konflik bersenjata singkat pada 1982 terkait wilayah kepulauan yang dikenal sebagai Kepulauan Falkland oleh Inggris dan Kepulauan Malvinas oleh Argentina. Dalam perang tersebut, sebanyak 649 tentara Argentina dan 255 personel militer Inggris dilaporkan tewas.
Dalam pernyataannya pada Senin (13/7/2026), federasi veteran perang menegaskan bahwa pertandingan semifinal itu "bukanlah perang balasan ataupun kompensasi sejarah". Organisasi tersebut juga mengimbau para suporter dan masyarakat luas untuk menghormati para prajurit Argentina yang gugur tanpa menyebarkan kebencian maupun xenofobia.
"Kedaulatan dipertahankan di forum internasional melalui diplomasi, kebenaran sejarah, serta tuntutan damai yang tidak dapat ditawar sebagaimana tercantum dalam konstitusi nasional kami," demikian pernyataan Federasi Veteran Perang 2 April.
Baca Juga: Inflasi AS Melambat Juni, Tapi Risiko Kenaikan Suku Bunga The Fed Membayangi
Federasi tersebut menambahkan, "Kami memandang penting untuk menarik garis pemisah yang jelas dan tegas antara gairah olahraga dan perjuangan nasional."
"Bola terus bergulir, kebanggaan terhadap warna kebesaran kami semakin berlipat, tetapi ingatan akan sejarah tetap terjaga," lanjut pernyataan tersebut.
Hingga saat ini, Inggris tetap mengklaim kedaulatan atas kepulauan tersebut dan mempertahankan kehadiran militernya di wilayah itu. Sementara itu, Argentina terus memperjuangkan klaimnya melalui jalur diplomatik dan berbagai lembaga internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sepanjang gelaran Piala Dunia, para suporter dan pemain Argentina kerap menyanyikan lagu yang menyinggung Kepulauan Malvinas, legenda sepak bola Diego Maradona, serta upaya Lionel Messi untuk mengakhiri karier internasionalnya dengan meraih gelar Piala Dunia kedua.
Baca Juga: Jelang Semifinal Piala Dunia, Prancis Siap Rebut Kendali dari Spanyol
Meski demikian, para pemain dan staf pelatih Argentina berusaha meredam narasi rivalitas menjelang pertandingan yang akan berlangsung pada Rabu di Atlanta. Pelatih Lionel Scaloni menegaskan bahwa tidak ada hal lain yang dipertaruhkan selain pertandingan sepak bola ketika kedua tim bertemu.
Penjaga gawang Inggris, Jordan Pickford, menyampaikan pandangan serupa pada Senin. Menurutnya, semifinal tersebut hanyalah "sekadar pertandingan sepak bola".
"Ini adalah dua negara yang sama-sama memiliki kebanggaan besar. Sepak bola akan berbicara dengan caranya sendiri," ujar Pickford kepada wartawan.
Argentina dan Inggris memang memiliki salah satu rivalitas paling bersejarah dalam sepak bola internasional. Persaingan keduanya diwarnai sejumlah pertemuan penting di Piala Dunia, termasuk perempat final edisi 1986 yang dikenang melalui gol kontroversial Diego Maradona, "Hand of God".














