kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Vietnam Gandeng Rusia untuk Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir


Senin, 12 Mei 2025 / 09:27 WIB
ILUSTRASI. Vietnam akan bangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dan gandeng Rusia


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - HANOI. Vietnam dan Rusia telah sepakat untuk segera berunding dan menandatangani perjanjian pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Vietnam. Hal tersebut diungkapkan kedua negara dalam pernyataan bersama.

"Pembangunan pembangkit dengan teknologi canggih akan benar-benar mematuhi peraturan keselamatan nuklir dan radiasi dan untuk kepentingan pembangunan sosial-ekonomi," kata Vietnam dan Rusia dalam pernyataan tersebut pada Minggu (11/5). 

Kesepakatan itu menyusul kunjungan pemimpin Vietnam To Lam ke Moskow.

Vietnam telah memulai kembali rencana untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir yang ditangguhkan hampir satu dekade lalu.

Baca Juga: Di Tengah Ancaman Tarif, Vietnam Catat Rekor Ekspor ke AS dan Impor dari China

Ini menjadi bagian dari upaya Vietnam untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik guna mendukung ekonominya yang tumbuh cepat.

Pemerintah sebelumnya mengatakan bahwa mereka mengharapkan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama dengan kapasitas gabungan hingga 6,4 GW akan beroperasi antara tahun 2030 dan 2035.

Vietnam mengatakan, awal tahun ini akan mengadakan pembicaraan dengan mitra asing tentang proyek-proyek tenaga nuklir, termasuk Rusia, Jepang, Korea Selatan, Prancis, dan Amerika Serikat.

Vietnam dan Rusia juga telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam industri minyak dan gas, termasuk penyediaan minyak mentah Rusia dan gas alam cair ke Vietnam, menurut pernyataan bersama tersebut.

Dikatakan bahwa Rusia dan Vietnam juga akan memfasilitasi perluasan perusahaan energi mereka di wilayah masing-masing.




TERBARU

[X]
×