kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45753,89   -6,43   -0.85%
  • EMAS1.006.000 0,00%
  • RD.SAHAM 1.46%
  • RD.CAMPURAN 0.61%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Vietnam sudah daftar untuk membeli vaksin Covid-19 Rusia


Jumat, 14 Agustus 2020 / 13:36 WIB
Vietnam sudah daftar untuk membeli vaksin Covid-19 Rusia
ILUSTRASI. Pengembangan vaksin Rusia. REUTERS/Anton Vaganov

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - HANOI. Televisi pemerintah melaporkan pada hari Jumat (14/8/2020) mengabarkan, Kementerian Kesehatan Vietnam telah mendaftar untuk membeli vaksin Covid-19 Rusia. Saat ini, negara Asia Tenggara itu tengah memerangi wabah baru virus corona setelah berbulan-bulan mencatatkan nol kasus lokal.

Mengutip Reuters, Pemerintah Rusia mengatakan pada Rabu (12/8/2020), gelombang kesatu vaksin Covid-19 pertama di dunia akan diluncurkan dalam dua minggu. Rusia juga menolak kekhawatiran keamanan yang diungkapkan oleh beberapa ahli atas persetujuan cepat Moskow terhadap obat tersebut dan menyebut hal itu sebagai hal yang tidak berdasar. 

"Sementara itu, Vietnam masih akan terus mengembangkan vaksin Covid-19 miliknya," kata penyiar negara Vietnam Television (VTV), mengutip Kementerian Kesehatan Vietnam seperti yang dilansir Reuters.

Baca Juga: Fakta vaksin asal Rusia: Diuji kepada 38 orang, sebabkan ratusan efek samping

Kementerian tidak mengatakan berapa banyak dosis vaksin Rusia yang dipesannya, atau kapan mereka akan menerimanya. Adapun vaksin yang dikembangkan sendiri di Vietnam akan tersedia pada akhir 2021, kata kementerian itu bulan lalu.

Vietnam sempat dipuji karena menekan penularan sebelumnya melalui pengujian agresif, pelacakan kontak, dan karantina. Akan tetapi, saat ini, Vietnam ikut berlomba untuk mengendalikan infeksi di beberapa lokasi yang terkait dengan kota liburan populer Danang, tempat wabah baru corona yang terdeteksi pada 25 Juli.

Baca Juga: 20 Negara berminat beli vaksin Covid-19 Rusia

Hingga saat ini, Vietnam telah melaporkan total 911 infeksi, dengan 21 kematian. Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc telah memperingatkan bahwa risiko penyebaran virus yang lebih luas "sangat tinggi", dan mengatakan bahwa beberapa hari ke depan akan menjadi "masa kritis" dalam memerangi wabah tersebut.

Kepala gugus tugas virus korona Vietnam, Vu Duc Dam, mengatakan pada hari Jumat bahwa Vietnam sekarang tidak punya pilihan selain "hidup aman dengan virus itu."

Baca Juga: WHO: Hingga kini, kami belum punya informasi cukup soal vaksin Rusia

"Kami menerapkan langkah-langkah anti-virus di negara miskin, jadi setiap orang harus tetap waspada dan tahu bagaimana melindungi diri dari virus," kata Dam, menurut media pemerintah.



TERBARU

[X]
×