kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45759,60   -5,01   -0.66%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Virus corona sudah menyebar dan menjangkau ke seluruh benua, kecuali Antartika


Kamis, 27 Februari 2020 / 09:45 WIB
Virus corona sudah menyebar dan menjangkau ke seluruh benua, kecuali Antartika
ILUSTRASI. Ilustrasi virus corona di Roma, Italia. REUTERS/Remo Casilli

Sumber: South China Morning Post,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MILAN. Penyebaran virus corona di dunia semakin mengkhawatirkan. Melansir South China Morning Post, kasus-kasus baru telah bermunculan di seluruh Eropa. Mayoritas kasus yang terjadi terkait dengan hotspot virus corona di Italia utara.

Virus corona baru telah menewaskan lebih dari 2.700 orang dan menginfeksi lebih dari 80.000 di 34 negara. Sebagian besar kasus masih terkonsentrasi di Tiongkok.

Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Rabu bahwa lebih banyak kasus baru sekarang yang terjadi di luar China daripada di dalam negeri.

Baca Juga: Bursa Asia melanjutkan penurunannya karena kekhawatiran virus corona

Dalam perkembangan terbaru, Brasil mengkonfirmasi kasus pertama di Amerika Latin. Dia adalah seorang wanita berusia 61 tahun yang telah melakukan perjalanan ke wilayah Lombardy di Italia.

Yunani juga mengonfirmasi kasus pertamanya pada hari Rabu, yaitu seorang wanita yang pernah mengunjungi Italia utara. Finlandia melaporkan kasus keduanya, yang merupakan seorang wanita yang baru-baru ini mengunjungi Milan. Sementara, Swedia mengonfirmasi kasus kedua, seorang pria berusia 30-an yang telah kembali dari Italia utara beberapa hari sebelumnya.

Spanyol, Kroasia, Austria, Makedonia Utara dan Aljazair juga melaporkan kasus virus corona yang terkait dengan negara tersebut.

Baca Juga: Tak mau kecolongan soal virus corona, pemerintah perbanyak tim observasi

Norwegia juga telah melaporkan kasus pertamanya, yang merupakan pasien yang baru kembali dari Tiongkok akhir pekan lalu.

Sejumlah negara telah mengimbau agar warganya tidak bepergian ke Italia. Negara ini telah memiliki 374 kasus dan 12 kematian.

"Ini adalah situasi yang memprihatinkan, tetapi kita tidak boleh menyerah pada kepanikan," Komisaris Kesehatan Uni Eropa Stella Kyriakides mengatakan kepada wartawan di Roma, Rabu.

Baca Juga: Permintaan Susut Karena Corona, Pebisnis Batubara Intip Pasar Baru di Luar China

"Kita juga harus waspada ketika datang ke informasi yang salah dan disinformasi," tambahnya.

Di Asia, Korea Selatan tetap menjadi negara yang paling parah terkena dampaknya setelah China, dengan asal wabah terlacak pada sekte keagamaan di kota Daegu, Korea Selatan. Jalan-jalan kota sebagian besar menjadi sepi selama berhari-hari, terlepas dari antrian panjang di beberapa toko yang menjual masker.

Korea Selatan melaporkan 284 infeksi baru pada hari Rabu, sehingga menjadikan penghitungan nasional secara keseluruhan menjadi 1.261 kasus, dengan jumlah kematian meningkat menjadi 12.

Baca Juga: Cemas virus corona, Arab Saudi tangguhkan kedatangan jemaah umrah!

Seorang prajurit AS berusia 23 tahun yang ditempatkan di Camp Carroll di Daegu juga terinfeksi. Sekitar 28.500 tentara Amerika dikerahkan di Korea Selatan.

Pihak berwenang mendesak masyarakat untuk ekstra hati-hati, dan menyarankan warga untuk tinggal di rumah jika mereka mengalami demam atau gejala pernapasan.

Sementara itu di Timur Tengah, Iran telah muncul sebagai hotspot utama, dengan total 139 kasus dan 19 kematian. Bahkan wakil menteri kesehatan negara itu, Iraj Harirchi, ikut terinfeksi virus itu.

Baca Juga: Total kasus capai 1.261, Korsel denda warga yang tolak dites virus Rp 34,850 juta

Pakistan melaporkan dua kasus pertamanya pada hari Rabu, keduanya baru saja bepergian ke Iran. Georgia juga melaporkan kasus pertamanya, yang merupakan seorang warga Georgia yang bepergian dari Iran dan melintasi perbatasan dari negara tetangganya, Azerbaijan.

Reporters Without Borders mengatakan, Iran tampaknya menyembunyikan informasi tentang epidemi seperti halnya China, serta menuduh negara tersebut memblokir laporan wabah secara independen.

Beberapa negara Teluk telah mengumumkan langkah-langkah untuk memutuskan hubungan dengan Iran dalam upaya untuk menghentikan penyebaran virus.

 



TERBARU

[X]
×