kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Vladimir Putin Buka Peluang Kirim Senjata ke Korea Utara


Jumat, 21 Juni 2024 / 09:29 WIB
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin disambut oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un setibanya di bandara di Pyongyang, Korea Utara, dalam gambar yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) 19 Juni 2024.


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tengah pekan ini meninggalkan banyak kesan, terutama semakin eratnya hubungan dua negara yang kerap dimusuhi negara-negara Barat tersebut.

Pasca berkunjung ke Pyongyang, Putin pun mengatakan bahwa Rusia membuka peluang untuk mengirimkan senjata ke Korea Utara.

Sehari setelah kunjungannya ke Korea Utara, kini Putin berada di Vietnam untuk kunjungan bilateral lainnya.

Dalam sambutan singkatnya di hadapan wartawan, Putin secara terbuka mengatakan Korea Utara bisa menjadi salah satu penerima senjata Rusia.

Baca Juga: NATO Takut Rusia Ikut Terlibat dalam Program Nuklir Korea Utara

"Saya katakan, termasuk di Pyongyang, bahwa kami berhak memasok senjata ke wilayah lain di dunia. Mempertimbangkan perjanjian kami, saya juga tidak mengecualikan hal ini," kata Putin, dikutip Reuters hari Kamis (20/6).

Rencana Putin untuk mengirim senjata ke negara mitra merupakan respons atas tindakan negara-negara Barat yang terus memasok senjata ke Ukraina.

Putin juga mengecam rencana Ukraina yang ingin memberikan izin kepada negara mitranya untuk menembakkan senjata presisi tinggi ke sasaran-sasaran di wilayah Rusia.

Baca Juga: Ancaman Putin: Korea Selatan Bikin Kesalahan Besar Jika Pasok Senjata ke Ukraina

Pertemuan Putin dan Kim

Pertemuan Putin dan Kim sepertinya membuat negara-negara Barat resah. Terlebih lagi, kedua pemimpin menandatangani perjanjian pertahanan yang lebih kuat.

Perjanjian baru tersebut mewajibkan masing-masing negara untuk segera memberikan bantuan militer kepada pihak lain jika terjadi agresi bersenjata terhadap salah satu pihak.

Putin berharap kerja samanya dengan Korea Utara akan menjadi penghalang bagi Barat.

Meskipun begitu, Putin membantah akan menggunakan tentara Korea Utara untuk membantu perangnya di Ukraina.

"Mengenai kemungkinan menggunakan kemampuan satu sama lain dalam konflik di Ukraina, kami tidak meminta siapa pun untuk melakukan hal ini, tidak ada yang menawari kami hal ini, oleh karena itu tidak perlu," kata Putin.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×