kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45766,42   1,82   0.24%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Waduh, jumlah kasus virus corona di Italia mungkin 10 kali lebih tinggi


Selasa, 24 Maret 2020 / 19:11 WIB
Waduh, jumlah kasus virus corona di Italia mungkin 10 kali lebih tinggi
ILUSTRASI. Seorang wanita mengenakan masker pelindung berjalan di luar Castel Sant'Angelo, ketika Italia memperketat langkah-langkah untuk mencoba dan menahan penyebaran penyakit virus corona baru, di Roma, Italia, 23 Maret 2020.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - ROMA. Badan Perlindungan Sipil meyakini, jumlah kasus virus corona baru di Italia mungkin 10 kali lebih tinggi dibanding penghitungan resmi yang hingga Senin (24/3) hampir 64.000 kasus.

Angka terbaru menunjukkan, sebanyak 6.077 orang meninggal akibat virus corona hanya dalam waktu sebulan, menjadikan Italia negara yang paling parah terkena dampaknya di dunia.

Angka kematian di negeri piza akibat virus corona tersebut hampir dua kali lipat dari jumlah kematian di China, tempat virus corona muncul pertama kali pada akhir tahun lalu.

Baca Juga: Banyak pasien virus corona meninggal di Italia, ini penyebabnya

Namun, pengujian untuk penyakit Covid-19 sering terbatas pada orang yang mencari perawatan di rumahsakit. Ini berarti, ribuan kasus lainnya tidak terdeteksi.

"Rasio satu kasus tersertifikasi dari setiap 10 bisa dipercaya," kata Angelo Borrelli, Kepala Badan Perlindungan Sipil Italia, kepada surat kabar La Repubblica seperti dikutip Reuters. 

Dia yakin, sebanyak 640.000 orang terinfeksi di Italia.

Borrelli mengatakan, kesulitan terbesar yang Italia hadapi adalah kurangnya masker dan ventilator, masalah yang telah memengaruhi sistem kesehatan sejak kasus penularan pertama kali muncul di wilayah Lombardy yang kaya pada 21 Februari.

Baca Juga: Waduh gawat, kematian akibat virus corona di Italia melonjak hampir 800 dalam sehari

Italia berusaha mengimpor peralatan medis dari luar negeri, Tetapi, Borrelli mengungkapkan, negara-negara, seperti India, Rumania, Rusia, dan Turki, telah menghentikan penjualan barang-barang itu. 

"Kami sedang menghubungi Kedutaan (negara lain), tapi saya khawatir tidak ada lagi masker yang akan datang dari luar negeri," ujarnya.



TERBARU

[X]
×