kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Wah, seluruh medali untuk Olimpiade 2020 di Tokyo akan dibuat dari limbah elektronik


Jumat, 08 Februari 2019 / 22:17 WIB


Sumber: BBC | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Olimpiade dan Paralimpiade tahun 2020 akan dilangsungkan di Tokyo Jepang. Yang menarik, semua medali di ajang olah raga empat tahunan ini akan dibuat dari limbah elektronik daur ulang.

Dilansir dari BBC, sebuah proyek untuk mewujudkan hal tersebut sudah dimulai pada tahun 2017. Panitia penyelenggara mengumpulkan limbah elektronik, termasuk smartphone hingga laptop. 

Tujuannya adalah untuk mengumpulkan 30,3 kg emas, 4.100 kg perak dan 2.700 kg perunggu. Logam daur ulang telah dikumpulkan dari masyarakat Jepang serta bisnis dan industri.

Panitia mengatakan bahwa mereka yakin akan mencapai target tersebut pada bulan Maret nanti. Pihak panitia mengklaim sudah memenuhi 90% daru kebutuhan emas dan 85% perak per Oktober tahun lalu.

Sementara untuk desain medali sendiri baru akan dirilis pada akhir tahun ini.

Pada November 2018, 47.488 ton perangkat bekas pakai telah dikumpulkan. Di antaranya lima juta telepon bekas yang diserahkan oleh masyarakat. 

"Diperkirakan jumlah sisa logam yang dibutuhkan untuk memproduksi semua medali Olimpiade dan Paralimpiade dapat diekstraksi dari perangkat yang sudah disumbangkan," kata penyelenggara Tokyo 2020 dalam sebuah pernyataan.

Penggunaan limbah untuk medali olimpiade sendiri sebelumnya sudah pernah dilakukan pada Olimpiade 2016 di Rio, Brasil. Saat itu sekitar 30% medali perak dan perunggu berasal dari bahan daur ulang.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×