kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Warga Argentina ramai-ramai menarik dana di bank


Selasa, 03 September 2019 / 06:40 WIB
ILUSTRASI. Antrean menarik dana dari bank.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

Asal tahu, Macri cenderung pro pasar. Kekalahan Macri memicu kekhawatiran akan kembalinya kebijakan intervensi.

Hasil utama memicu runtuhnya kepercayaan investor dan menyebabkan saham, obligasi dan mata uang peso jatuh. Nilai tukar peso turun hampir 25% sejak pemungutan suara lalu.

Bereaksi cepat, Macri mengumumkan perubahan jadwal pembayaran obligasi Argentina pada pekan lalu. Kemudian pada hari Minggu, dia memberikan otorisasi kontrol mata uang.

Baca Juga: Terancam default yang ke-9, Argentina minta tambahan waktu untuk bayar utang 

Ini adalah perubahan mengejutkan dari pemimpin pro-bisnis yang sebelumnya berjanji untuk membalikkan kebijakan proteksionis pendahulunya, mantan Presiden Cristina Fernandez de Kirchner, yang maju sebagai kandidat pasangan Alberto Fernandez.

Harga obligasi Argentina jatuh ke rekor terendah pada hari Senin. Nilai tukar peso resmi dan pasar gelap pun selisih jauh.

Kontrol modal yang dirilis dua hari lalu membatasi pembelian lebih dari US$ 10.000 sebulan, atau melakukan transfer melebihi jumlah itu per bulan. Tapi bank sentral mengungkapkan bahwa bank tidak membatasi penarikan uang dari rekening mereka.

Baca Juga: Lebanon deklarasikan ekonomi negara dalam keadaan darurat, apa yang terjadi?

"Ketidakstabilan dan kurangnya informasi menimbulkan ketakutan, dan saya pikir banyak dari kami bertindak karena rasa takut tidak tahu apa yang bisa terjadi," kata Pedace.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×