kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Warning untuk Iran: Persiapkan yang terburuk, corona tewaskan 81 orang dalam sehari


Selasa, 02 Juni 2020 / 07:51 WIB
Warning untuk Iran: Persiapkan yang terburuk, corona tewaskan 81 orang dalam sehari
ILUSTRASI. Warga Iran tengah berolahraga saat pandemi. WANA (West Asia News Agency)/Ali Khara via REUTERS 

Sumber: Arab News | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Warga Iran mendapat peringatan pada hari Senin (1/6/2020) agar mempersiapkan diri untuk kondisi terburuk seiring gelombang kedua virus corona. Virus ini tampak mengganas dan lebih mematikan setelah pemerintah melaporkan hampir 3.000 kasus baru dan 81 kematian dalam satu hari.

"Wabah belum berakhir dan kapan saja mungkin akan kembali lebih kuat dari sebelumnya," kata Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki seperti yang dilansir Arab News.

"Jika warga kita gagal menghormati protokol kesehatan, kita harus mempersiapkan diri kita untuk situasi terburuk," tambahnya.

Baca Juga: Meski AS mengancam, Iran tetap kirim kapal tanker BBM ke Venezuela

Data yang dihimpun Arab News menunjukkan, Iran melaporkan total kasus virus corona sebanyak 154.445 infeksi pada hari Senin. Angka ini meningkat 2.979 dari hari sebelumnya. Sementara, ada 81 kematian baru dan menjadikan total kasus kematian menjadi 7.878 kasus.

Sejumlah analis, baik di dalam maupun di luar negeri, telah menyuarakan skeptis tentang angka resmi yang dirilis pemerintah, dan mengatakan jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi.

Iran dinilai lambat bereaksi terhadap wabah dan saat ini menjadi salah satu negara yang paling parah dilanda corona di kawasan itu. Para ulama mendorong para peziarah untuk mengunjungi tempat-tempat suci di Qom dan Mashad bahkan ketika sudah jelas bahwa tempat itu menjadi pusat penyebaran virus corona, yang hasilnya menyebar ke Libanon dan Irak.

Baca Juga: Meski AS setop keringanan sanksi, program nuklir Iran jalan terus

Pihak berwenang mulai melonggarkan pembatasan pergerakan pada April setelah terjadi penurunan angka kematian. Akan tetapi, ada lonjakan infeksi pada Mei dan pihak berwenang harus memberlakukan kembali pembatasan di provinsi Khuzestan dan Baluchistan selatan.

Namun demikian, pegawai pemerintah kembali bekerja dan masjid mulai dibuka setiap hari Sabtu sebagai bagian dari relaksasi penguncian.

Para pejabat kesehatan telah berulang kali membunyikan alarm untuk provinsi Khuzestan di perbatasan barat daya Iran dengan Irak. Wilayah itu tetap "merah" di level tertinggi pada skala risiko Iran, dan merupakan satu-satunya provinsi di mana rezim telah menerapkan kembali penguncian.

Baca Juga: AS ke Iran: Negosiasi atau hadapi keruntuhan ekonomi akibat sanksi!

"Kami memohon kepada warga untuk tidak mengadakan pernikahan atau pemakaman tetapi mereka tidak mendengarkan. Jika ini terus berlanjut, kematian bisa mencapai tiga digit lagi," kata Namaki.

Di seluruh dunia, virus ini telah menginfeksi lebih dari 6,3 juta orang dan membunuh hampir 375.000 orang.




TERBARU

[X]
×