kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Warning WHO ke dunia: Jangan obati pasien corona dengan obat yang belum teruji


Sabtu, 28 Maret 2020 / 11:12 WIB
Warning WHO ke dunia: Jangan obati pasien corona dengan obat yang belum teruji
ILUSTRASI. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. REUTERS/Denis Balibouse


Sumber: South China Morning Post | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Pemimpin AS mulai mendorong penggunaan klorokuin sebagai pengobatan minggu lalu.

Dalam jumpa pers pada 19 Maret, Trump, merujuk pada obat tersebut, mengatakan: "Biasanya (Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS/FDA) akan membutuhkan waktu lama untuk menyetujui sesuatu seperti itu, dan itu disetujui dengan sangat, sangat cepat dan sekarang disetujui, dengan resep dokter."

Baca Juga: Saat pandemi corona menghangatkan hubungan Xi Jinping-Donald Trump...

Tak lama setelah komentar Trump tersebut, FDA mengatakan bahwa klorokuin belum disetujui untuk mengobati Covid-19 dan bahwa diperlukan lebih banyak tes untuk menentukan keamanan dan efektivitasnya.

Sehari kemudian, pakar penyakit menular AS Dr. Anthony Fauci mengatakan bukti bahwa klorokuin bekerja melawan Sars-CoV-2, nama ilmiah untuk coronavirus baru, adalah "anekdotal".

Baca Juga: Universitas Washington: Pandemi corona bisa membunuh 81.000 warga AS

"Upaya untuk membuktikan kemanjuran obat melawan penularan, katanya, tidak dilakukan dalam uji klinis terkontrol, sehingga Anda benar-benar tidak dapat membuat pernyataan yang pasti tentang hal itu," jelas Fauci.




TERBARU

[X]
×