kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Warren Buffett Beberkan 10 Alasan Mengapa Seseorang Tak Akan Pernah Kaya Raya


Senin, 24 Maret 2025 / 02:00 WIB
Warren Buffett Beberkan 10 Alasan Mengapa Seseorang Tak Akan Pernah Kaya Raya
ILUSTRASI. Warren Buffett, yang sering disebut sebagai Oracle of Omaha, telah mengumpulkan kekayaan lebih dari US$ 161,1 miliar. REUTERS/Scott Morgan


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

9. Kurang Disiplin untuk Tetap Berpegang pada Rencana Mereka

"Kualitas terpenting bagi seorang investor adalah temperamen, bukan kecerdasan. Anda membutuhkan temperamen yang tidak memperoleh kesenangan besar dari berada bersama orang banyak atau melawan orang banyak." – Warren Buffett.

Strategi investasi Buffett pada dasarnya tetap tidak berubah selama beberapa dekade. Ia tidak mengabaikan prinsip-prinsipnya selama turbulensi pasar atau mengejar tren investasi terbaru. Disiplin ini telah memungkinkannya untuk melewati banyak siklus pasar dengan sukses.

Kebanyakan investor kurang konsisten. Mereka sering mengganti strategi, mengejar kinerja, dan mengabaikan rencana yang matang saat tanda-tanda pertama masalah muncul. 

10. Mengabaikan Fundamental Bisnis demi Tren Pasar Jangka Pendek

“Hanya beli sesuatu yang akan Anda senangi jika pasar tutup selama 10 tahun.” -Warren Buffett.

Buffett berinvestasi seolah-olah membeli seluruh bisnis, bukan hanya sertifikat saham. Ia berfokus pada arus kas, keunggulan kompetitif, dan integritas manajemen daripada pergerakan harga saham atau tren pasar.

Tonton: Warren Buffett Tawarkan 1 Nasihat Perencanaan Harta untuk Kelas Menengah

Sebagian besar investor melakukan yang sebaliknya—berfokus pada grafik harga, momentum, dan sentimen pasar sambil mengabaikan kualitas fundamental bisnis yang mereka beli. Pendekatan ini mungkin berhasil selama kondisi pasar tertentu tetapi gagal dalam siklus pasar yang lengkap. 




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×