kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Warren Buffett Beberkan 10 Alasan Mengapa Seseorang Tak Akan Pernah Kaya Raya


Senin, 24 Maret 2025 / 02:00 WIB
ILUSTRASI. Warren Buffett, yang sering disebut sebagai Oracle of Omaha, telah mengumpulkan kekayaan lebih dari US$ 161,1 miliar. REUTERS/Scott Morgan


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

3. Menunggu Terlalu Lama untuk Mulai Berinvestasi

“Seseorang duduk di tempat teduh hari ini karena seseorang menanam pohon dahulu kala.” -Warren Buffett.

Buffett membeli saham pertamanya di usia 11 tahun. Ia memahami prinsip keuntungan peracikan eksponensial dari waktu ke waktu sejak dini.

Matematika pertumbuhan majemuk menciptakan keuntungan yang sangat besar bagi mereka yang memulai lebih awal. Seseorang yang menginvestasikan US$ 5.000 per tahun dari usia 25 hingga 35 tahun dan kemudian berhenti, berpotensi mengumpulkan lebih banyak kekayaan daripada seseorang yang memulai pada usia 35 tahun dan menginvestasikan jumlah yang sama setiap tahun hingga usia 65 tahun.

Keuntungan waktu ini tidak dapat diatasi—tidak ada investasi cerdas yang dapat mengimbangi pertumbuhan majemuk selama beberapa dekade. Namun, kebanyakan orang menunda investasi hingga usia 30-an atau 40-an, sehingga kehilangan aset mereka yang paling berharga: waktu.

Baca Juga: 5 Barang yang Kudu Dibeli Agar Lebih Bahagia Menurut Warren Buffett

4. Mengikuti Arus Investor Alih-alih Menjadi Pembangkang

“Takutlah saat orang lain serakah, dan serakahlah saat orang lain takut.” - Warren Buffett

Selama krisis keuangan 2008, ketika kebanyakan investor panik menjual, Buffett justru membeli. Ini termasuk investasi senilai US$ 5 miliar di Goldman Sachs yang nantinya akan menghasilkan laba miliaran dolar. 

Investor rata-rata melakukan hal yang sebaliknya—membeli saat pasar sedang naik dan menjual saat pasar sedang anjlok. Perilaku ini didorong oleh psikologi manusia, bukan analisis rasional. 

5. Membuat Keputusan Finansial yang Emosional

“Kualitas terpenting bagi seorang investor adalah temperamen, bukan kecerdasan.” -Warren Buffett.

Keputusan investasi Buffett didorong oleh analisis yang dingin dan rasional, bukan reaksi emosional. Ia memandang volatilitas pasar sebagai peluang, bukan ancaman, dan tetap tenang saat orang lain kehilangan ketenangannya.

Kebanyakan orang membiarkan rasa takut, keserakahan, dan emosi lainnya untuk mendorong keputusan finansial mereka. Mereka menjual dalam keadaan panik selama masa penurunan, terbawa oleh antusiasme selama gelembung, dan melakukan pembelian impulsif yang menggagalkan rencana ekonomi. 

Baca Juga: 5 Barang yang Harus Setop Dibeli oleh Kelas Menengah Menurut Warren Buffett




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×