Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Warren Buffett resmi mengakhiri kiprahnya sebagai CEO Berkshire Hathaway pada akhir 2025, menutup lebih dari setengah abad kepemimpinannya di konglomerasi raksasa asal Amerika Serikat itu.
Mulai 2026, tongkat estafet akan dipegang Greg Abel, sosok yang selama ini berada di lingkar inti manajemen. Pergantian ini bukan hanya menandai era baru kepemimpinan, tetapi juga membawa perubahan mencolok soal kompensasi CEO.
Dalam keterbukaan informasi terbaru, Berkshire Hathaway mengumumkan bahwa Greg Abel akan menerima gaji pokok sebesar US$ 25 juta atau sekitar Rp 412,5 miliar (kurs Rp 16.500) per tahun sebagai CEO.
Baca Juga: Akhir Era Oracle of Omaha: Warren Buffett Pensiun Per 31 Desember 2025
Angka ini kontras tajam dengan kompensasi Warren Buffett yang selama puluhan tahun hanya menerima gaji US$100.000 atau sekitar Rp 1,65 miliar per tahun. Dengan skema baru ini, gaji Abel tercatat 250 kali lipat lebih besar dibandingkan pendahulunya.
Greg Abel bukan sosok baru di Berkshire Hathaway. Ia sebelumnya menjabat sebagai Vice Chairman yang membawahi bisnis energi dan operasional non-asuransi. Pada 2024, Abel menerima kompensasi sebesar US$ 21 juta. 
Sementara untuk 2025, nilai gajinya belum diumumkan secara resmi. Selain gaji, Abel juga tercatat memiliki saham Berkshire Hathaway, yakni 228 saham Kelas A dan 2.363 saham Kelas B berdasarkan laporan tahun 2025.
Sebagai perbandingan, kepemilikan saham Warren Buffett jauh lebih besar. Hingga 5 Maret 2025, Buffett menguasai 206.359 saham Kelas A dan 951 saham Kelas B, setara dengan 37,9% dari total saham Kelas A.
Baca Juga: Warren Buffett Akhiri Era: Surat Terakhir Sang Legenda untuk Investor Berkshire
Kepemilikan inilah yang selama ini menjadi sumber utama kekayaannya, bukan dari gaji sebagai eksekutif.
Buffett mengambil alih Berkshire Hathaway pada 1965 dan membesarkannya dari perusahaan tekstil bermasalah menjadi konglomerasi investasi kelas dunia.
Menurut Bloomberg, Buffett kini menempati peringkat ke-10 orang terkaya di dunia dengan kekayaan sekitar US$150 miliar. Meski demikian, ia telah berkomitmen untuk menyumbangkan sebagian besar hartanya untuk kegiatan filantropi.
Selama menjabat, Buffett dikenal konsisten menolak kenaikan gaji. Dalam dokumen perusahaan disebutkan bahwa kompensasinya tidak pernah naik selama lebih dari 40 tahun, atas keinginannya sendiri.
Komite remunerasi Berkshire bahkan memiliki kebijakan bahwa kinerja laba maupun harga saham tidak dijadikan dasar dalam penentuan gaji eksekutif.
Baca Juga: Pesan yang Mengharukan dari Warren Buffett untuk Investor Berkshire Hathaway
Gaya hidup sederhana Buffett juga tercermin dari fasilitas yang ia gunakan. Meski perusahaan menanggung biaya keamanan pribadi dan rumahnya yang pada 2024 mencapai sekitar US$ 305.111, Buffett tidak menggunakan mobil dinas atau pesawat perusahaan untuk kepentingan pribadi.
Ia bahkan diketahui mengganti biaya perangko dan pengiriman surat pribadi kepada perusahaan setiap akhir tahun.
Buffett juga masih tinggal di rumah yang sama selama beberapa dekade, memperkuat reputasinya sebagai konglomerat dengan gaya hidup bersahaja.
Kontras antara gaji Buffett dan penerusnya menegaskan pergeseran zaman di Berkshire Hathaway, sekaligus menjadi pengingat bahwa filosofi kepemimpinan Buffett selama ini lebih bertumpu pada kepemilikan dan kinerja jangka panjang, bukan pada besarnya gaji di kursi eksekutif.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
