kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Waspada gelombang kedua infeksi virus corona impor


Jumat, 20 Maret 2020 / 13:22 WIB
ILUSTRASI. Penumpang menggunakan masker saat menunggu kereta di Bandara Beijing, China.


Sumber: CNN | Editor: Khomarul Hidayat

Adakah bukti yang terjadi?

Singapura mengonfirmasi 47 kasus tambahan virus corona pada Rabu lalu, peningkatan satu hari terbesar dalam kasus yang dikonfirmasi.

Pada hari yang sama, Hong Kong melaporkan peningkatan terbesar dalam kasus-kasus baru. Sebanyak 13 kasus dari 14 kasus baru yang dilaporkan memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini ke luar negeri.

Baca Juga: Jokowi perintahkan realokasi dana pusat dan daerah untuk lawan virus corona

Apa yang sudah dilakukan?

Di China daratan, pihak berwenang telah meningkatkan tindakan karantina pada kedatangan internasional untuk menghindari wabah lebih lanjut.

Di ibukota, Beijing, semua penumpang yang tiba dari luar negeri sekarang diharuskan masuk ke "karantina kolektif di fasilitas yang ditunjuk."

Penduduk Beijing sebelumnya diizinkan untuk karantina di rumah mereka sendiri.

Sementara Singapura mengharuskan semua pelancong yang tiba di negara itu untuk menjalani karantina rumah 14 hari yang wajib dan telah menyarankan warganya untuk menunda semua perjalanan ke luar negeri.

Hong Kong telah mengeluarkan pemberitahuan merah untuk semua negara asing, mengharuskan siapa pun yang datang dari luar negeri untuk menjalani karantina rumah selama 14 hari.

Baca Juga: Xi Jinping kepada Putin: China siap intensifkan perang global melawan pandemi corona




TERBARU

[X]
×