kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Waspada, ini tempat ideal bagi virus corona untuk bertahan hidup


Senin, 12 Oktober 2020 / 10:54 WIB
ILUSTRASI. Benda dengan permukaan halus dan tempat dengan temperatur dingin disebut menjadi tempat tinggal paling nyaman untuk virus corona.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - MELBOURNE. Badan sains nasional Australia baru-baru ini menemukan fakta mengenai lokasi ideal bagi virus corona untuk bisa bertahan lama. Di lokasi ini, virus bisa bertahan hingga satu bulan lamanya.

Penelitian yang dilakukan oleh Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), mengatakan bahwa virus corona bisa bertahan lebih lama di lokasi dengan permukaan lembut dan bertemperatur dingin.

Secara khusus, mereka menyebut uang kertas, kaca dan baja sebagai benda yang sangat ideal bagi virus corona untuk bertahan hidup.

Reuters mengabarkan bahwa penelitian telah berlangsung selama satu bulan. Para peneliti menganalisis dan mengisolasi ulang virus untuk menentukan tingkat kelangsungan hidupnya.

Dalam proses penelitian, virus dikenakan pada suhu yang berbeda. Melalui serangkaian proses, para peneliti menemukan bahwa dalam suhu 40 derajat Celcius virus corona bisa bertahan kurang dari 16 jam pada kapas dan selama 24-48 jam pada kaca, baja, kertas, dan vinil.

Baca Juga: Peneliti temukan sejumlah fakta menarik terkait penyebaran Covid-19 di India

Saat suhu ruangan diturunkan menjadi 30 derajat, virus yang ada di kapas mampu bertahan selama 3 hari, dan di uang kertas bertahan selama lebih dari 21 hari.

Pada suhu di bawah 20 derajat Celcius, virus corona ditemukan mampu bertahan di permukaan uang kertas selama satu bulan.

Karena diuji di dalam laboratorium, maka faktor seperti sinar UV tidak berperan dalam penelitian. Peneliti juga menemukan bahwa partikal virus corona bisa bertahan di udara selama lebih dari 3 jam.

"Menentukan berapa lama virus benar-benar bertahan di permukaan memungkinkan kami memprediksi dan mengurangi penyebarannya secara lebih akurat," ungkap Dr. Larry Marshall, Kepala Eksekutif CSIRO, dikutip Reuters.

Tim peneliti menjelaskan bahwa hasil tersebut dapat membantu para ilmuwan untuk menemukan cara yang lebih baik dalam mengurangi penyebaran virus corona.

Selanjutnya: Penelitian terbaru, mutasi virus corona di Chili menyebar lebih cepat




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×