kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

Waspada, marak data tipu-tipu di situs belanja online


Minggu, 05 Januari 2020 / 22:10 WIB


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

"Awalnya bisa efektif, tetapi ketika mulai berbau amis, Anda benar-benar membuat diri Anda rentan tidak hanya terhadap persaingan, tetapi Anda juga meminimalkan loyalitas, yang tidak bijaksana," jelasnya.

Narayanan menyebut taktik ini bisa mengikis kepercayaan orang. Ia menilai masyarakat tidak bisa mengandalkan aplikasi dan situs web individual untuk mengatur diri mereka sendiri.

Baca Juga: Trump mengatakan AS akan menyerang 52 lokasi jika Iran membalas

Brignull setuju. Dia mengatakan penyusunan kode etik untuk perancang web tidak akan berhasil. Perancang web dapat diminta untuk membelokkan kebenaran oleh bos mereka dan karena itu dapat melakukan sedikit kontrol etis.

Dia berpendapat bahwa penipuan akan menjadi lebih umum kecuali masyarakat mengambil sikap lebih keras terhadap mereka. “Saya pikir apa yang kami butuhkan adalah regulasi yang baik dan kami membutuhkan sistem regulasi yang bergerak secepat internet,” katanya.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×