kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Waspada, marak data tipu-tipu di situs belanja online


Minggu, 05 Januari 2020 / 22:10 WIB
Waspada, marak data tipu-tipu di situs belanja online


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

Memang langkah ritel online menggunakan desain web dan dorongan verbal untuk memandu pelanggan agar mengklik sesuatu atau membuat keputusan tertentu, mereka menyebarkan apa yang kemudian dikenal sebagai Dark Patterns. Istilah ini diciptakan oleh konsultan desain Harry Brignull sekitar 10 tahun yang lalu.

Arvind Narayanan, Associate Professor Ilmu Komputer di Princeton, telah bekerja dengan mahasiswa pascasarjana Mathur dalam menemukan Dark Patterns yang ditemukan di situs-situs ritel. 

Dalam penelitian yang dipublikasikan awal tahun ini, mereka menunjukkan bahwa dalam sampel 11.000 situs web ritel, sekitar 11%, mengandung pola gelap. 

Baca Juga: Amazon pertimbangkan buka toko ritel perdana di Jerman

Dari pola-pola gelap itu, 234 ditemukan menipu.  “Mungkin bahaya terbesar dari pola gelap adalah hilangnya kepercayaan pada lingkungan online dan penurunan pengalaman online kami,” kata Narayanan.  

Richardson Gosline mengatakan, dorongan tidak boleh didasarkan pada manipulasi asimetri informasi, di mana perusahaan mengetahui hal-hal yang tidak dimiliki pelanggan.




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×