kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.727   59,00   0,33%
  • IDX 6.115   20,09   0,33%
  • KOMPAS100 806   0,96   0,12%
  • LQ45 616   -0,60   -0,10%
  • ISSI 215   1,13   0,53%
  • IDX30 352   -0,17   -0,05%
  • IDXHIDIV20 436   -3,46   -0,79%
  • IDX80 93   0,03   0,03%
  • IDXV30 121   -0,35   -0,29%
  • IDXQ30 114   -1,05   -0,91%

WHO: 80% pasien terinfeksi virus corona hanya menderita penyakit ringan


Selasa, 18 Februari 2020 / 15:53 WIB
ILUSTRASI. Perawat berjalan di dalam ruang karantina untuk pasien virus corona di Gedung A2 Shanghai Public Clinical Center yang belum digunakan di Shanghai, China, 17 Februari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

"Jika kita menghentikan setiap kapal pesiar di dunia karena ada kemungkinan kontak dengan beberapa patogen potensial, maka di mana kita berhenti?" ujar Michael Ryan, Kepala Program Darurat Kesehatan WHO, seperti dikutip Channelnewsasia.com.

Ryan mengungkapkan, bahkan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, yang menjadi pusat endemi Covid-19, "tingkat serangan" atau ukuran kecepatan penyebaran virus corona adalah 4 per 100.000 penduduk.

"Ini adalah wabah yang sangat serius dan memiliki potensi untuk tumbuh. Tetapi, kita perlu menyeimbangkan dalam hal jumlah orang yang terinfeksi. Di luar Hubei, epidemi ini memengaruhi proporsi orang yang sangat, sangat, sangat kecil," sebut Ryan.

Baca Juga: Duh, virus China mengancam pasokan antibiotik global

Tedros juga merujuk pada penurunan nyata dalam kasus baru Covid-19 dalam beberapa hari terakhir. Namun, ia menyatakan, tren tersebut "harus ditafsirkan dengan sangat hati-hati".

"Tren bisa berubah karena populasi baru terpengaruh. Masih terlalu dini untuk mengatakan, apakah penurunan (kasus virus corona) yang dilaporkan ini akan berlanjut. Setiap skenario masih di atas kertas," kata Tedros.

Hingga Selasa (18/2), jumlah kematian akibat Covid-19 sudah menembus angka 1.800 di Tiongkok dan menginfeksi lebih dari 70.500 lainnya. Virus corona baru juga telah menjangkiti lebih dari 25 negara.

Baca Juga: Harvard sebut Singapura terapkan standar emas deteksi virus corona, RI sebaliknya




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×