kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

WHO: Kesehatan masyarakat atau ekonomi adalah pilihan yang salah!


Kamis, 17 September 2020 / 23:40 WIB


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, membingkai keputusan untuk memberlakukan lockdown untuk mengekang virus corona baru versus membuka kembali ekonomi, sebagai pilihan antara kesehatan masyarakat dan ekonomi adalah dikotomi yang "salah".

"Itu adalah pilihan yang salah," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam rekaman video saat membuka Perkembangan Covid-19 Universitas Nasional Singapura (NUS), Kamis (17/9). 

"WHO mendesak negara-negara untuk fokus pada empat prioritas penting," tegasnya seperti dikutip Channel News Asia.

Pertama, mencegah acara besar yang mengundang banyak orang, seperti di stadion dan klub malam, yang telah terbukti menjadi sumber "ledakan wabah".

Kedua, melindungi yang rentan, menyelamatkan nyawa, dan mengurangi beban sistem kesehatan.

Baca Juga: Data WHO: 1 dari 7 kasus virus corona adalah petugas medis

Ketiga, mendidik masyarakat tentang menjaga jarak fisik, kebersihan tangan, etika pernapasan, dan penggunaan masker untuk mengekang penularan virus corona. 

Keempat, menemukan, mengisolasi, menguji, dan merawat pasien Covid-19, serta melacak dan mengarantina kontak mereka.

"Sudah ada banyak contoh negara yang secara efektif mencegah atau mengendalikan wabah mereka dengan melakukan empat hal ini, dan melakukannya dengan baik," kata Tedros sambil menyebut Selandia Baru, Islandia, Senegal, Mongolia, dan Singapura sebagai contoh.

"Tema umum di semua negara ini adalah komitmen terhadap persatuan nasional dan solidaritas global," imbuh dia.

Selanjutnya: WHO: Jangan ubah pandemi virus corona jadi politik sepak bola




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×