kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

WHO: Membuka kembali tanpa ada pengendalian Covid-19 merupakan sumber dari bencana


Selasa, 01 September 2020 / 05:23 WIB
ILUSTRASI. Direktur Jenderal WHO Tedros. REUTERS/Denis Balibouse/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengeluarkan peringatan bagi negara-negara dengan penyebaran aktif virus corona. Menurut WHO, melakukan pembukaan ekonomi tanpa upaya pengendalian virus akan menjadi "resep terjadinya bencana".

Reuters memberitakan, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengakui bahwa banyak orang mulai lelah dengan pembatasan dan ingin kembali menjalani hidup normal delapan bulan setelah pandemi.

Baca Juga: Muncul happy hypoxia, berikut 11 gejala virus corona menurut WHO

Dalam konferensi pers, dia bilang, WHO sepenuhnya mendukung upaya untuk membuka kembali ekonomi dan masyarakat. "Kami ingin melihat anak-anak kembali ke sekolah dan orang-orang kembali ke tempat kerja, tetapi kami ingin melihat semua itu dilakukan dengan aman," katanya seperti yang dilansir Reuters.

Dia menambahkan, “Tidak ada negara yang bisa berpura-pura pandemi telah berakhir. Kenyataannya virus ini mudah menyebar. Membuka kembali tanpa ada pengendalian virus corona adalah resep bencana.”

Baca Juga: WHO tak lagi ambisius soal program 'vaksin Covid-19 untuk semua', ini sebabnya

Menurut Tedros, penyebaran wabah yang eksplosif telah dikaitkan dengan berkumpulnya warga di stadion, klub malam, tempat ibadah, dan kerumunan lainnya, di mana virus pernapasan dapat menyebar dengan mudah di antara sekelompok orang.

“Keputusan tentang bagaimana dan kapan mengizinkan orang-orang berkumpul harus diambil dengan pendekatan berbasis risiko,  dalam konteks lokal,” katanya.




TERBARU

[X]
×