WHO: Omicron menimbulkan risiko global yang sangat tinggi, dunia harus bersiap

Selasa, 30 November 2021 | 04:56 WIB Sumber: Reuters
WHO: Omicron menimbulkan risiko global yang sangat tinggi, dunia harus bersiap

ILUSTRASI. WHO) mengatakan, varian virus corona Omicron yang sangat bermutasi kemungkinan akan menyebar secara internasional. REUTERS/Pavel Mikheyev


KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, varian virus corona Omicron yang sangat bermutasi kemungkinan akan menyebar secara internasional dan menimbulkan risiko lonjakan infeksi yang sangat tinggi. Tidak hanya itu, varian ini dapat menimbulkan "konsekuensi parah" di beberapa tempat.

Melansir Reuters, hingga saat ini, belum ada kasus kematian terkait Omicron yang dilaporkan. Meski demikian, kata WHO, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menilai potensi varian ini untuk melawan vaksin dan kekebalan yang disebabkan oleh infeksi sebelumnya.

Mengantisipasi peningkatan jumlah kasus seiring menyebarnya varian omicron yang pertama kali dilaporkan minggu lalu, WHO mendesak 194 negara anggotanya untuk mempercepat vaksinasi kelompok prioritas tinggi.

"Omicron memiliki jumlah mutasi lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, beberapa di antaranya mengkhawatirkan dampak potensialnya pada lintasan pandemi. Risiko global secara keseluruhan ... dinilai sangat tinggi," jelas WHO.

Baca Juga: 2 Kebijakan pemerintah untuk cegah penyebaran varian Omicron di Indonesia

Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur jenderal WHO, mengatakan kemunculan Omicron menunjukkan betapa "berbahaya dan genting" situasinya.

"Omicron menunjukkan mengapa dunia membutuhkan kesepakatan baru tentang pandemi," katanya pada awal pertemuan para menteri kesehatan yang diperkirakan akan meluncurkan negosiasi tentang kesepakatan semacam itu.

Tedros menambahkan, "Sistem kami saat ini menghalangi negara-negara untuk memperingatkan orang lain tentang ancaman yang pasti akan mendarat di negara mereka."

Kesepakatan global baru, yang diharapkan pada Mei 2024, akan mencakup isu-isu seperti berbagi data dan urutan genom virus yang muncul, dan vaksin potensial apa pun yang berasal dari penelitian.

Baca Juga: Ini gejala virus Covid-19 varian omicron berdasarkan dokter yang menemukannya

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru