WHO: Vaksinasi Cacar Monyet Secara Massal Belum Dibutuhkan

Rabu, 25 Mei 2022 | 05:49 WIB Sumber: Reuters
WHO: Vaksinasi Cacar Monyet Secara Massal Belum Dibutuhkan

ILUSTRASI. WHO tidak meyakini wabah cacar monyet di luar Afrika memerlukan vaksinasi massal. CDC/Handout via REUTERS.


KONTAN.CO.ID - LONDON. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak meyakini wabah cacar monyet di luar Afrika memerlukan vaksinasi massal. Menurut seorang pejabat senior WHO, langkah-langkah seperti kebersihan yang baik dan perilaku seksual yang aman akan membantu mengendalikan penyebaran cacar monyet.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Richard Pebody, yang memimpin tim patogen dengan ancaman tinggi di WHO Eropa, juga mengatakan pasokan langsung vaksin dan antivirus relatif terbatas.

Pernyataannya ini muncul ketika Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan pihaknya sedang dalam proses merilis beberapa dosis vaksin Jynneos untuk digunakan dalam kasus cacar monyet.

Sementara itu, otoritas kesehatan masyarakat di Eropa dan Amerika Utara sedang menyelidiki lebih dari 100 kasus yang dicurigai dan dikonfirmasi dari infeksi virus dalam wabah terburuk virus di luar Afrika.

Baca Juga: Simak Kabar Baik dari WHO Soal Wabah Virus Cacar Monyet

Langkah-langkah utama untuk mengendalikan wabah adalah pelacakan kontak dan isolasi. Dijelaskan bahwa cacar monyet bukan virus yang menyebar dengan sangat mudah dan sejauh ini tidak menyebabkan penyakit serius.

"Kita tidak berada pada situasi di mana kita akan bergerak ke vaksinasi populasi yang meluas," katanya.

Tidak jelas apa yang mendorong wabah tersebut. Hingga saat ini, para ilmuwan mencoba memahami asal usul kasus dan apakah ada sesuatu tentang virus yang telah berubah. 

Baca Juga: Virus Cacar Monyet Makin Dekat Indonesia, Kenali Cir-Ciri Gejala Penyakit Menular Ini

Namun, seorang eksekutif senior di badan PBB itu secara terpisah pada Senin mengatakan, tidak ada bukti virus telah bermutasi.

Banyak, tetapi tidak semua, orang yang telah didiagnosis dalam wabah cacar monyet saat ini adalah pria yang berhubungan seks dengan pria.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru