kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.539.000   0   0,00%
  • USD/IDR 15.740   20,00   0,13%
  • IDX 7.492   12,43   0,17%
  • KOMPAS100 1.159   4,94   0,43%
  • LQ45 920   6,72   0,74%
  • ISSI 226   -0,39   -0,17%
  • IDX30 475   4,06   0,86%
  • IDXHIDIV20 573   5,12   0,90%
  • IDX80 133   0,95   0,72%
  • IDXV30 141   1,37   0,98%
  • IDXQ30 158   1,02   0,65%

WHO: Wabah corona adalah bencana yang dampaknya akan terasa beberapa dekade


Sabtu, 01 Agustus 2020 / 13:30 WIB
WHO: Wabah corona adalah bencana yang dampaknya akan terasa beberapa dekade


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah global virus corona adalah bencana yang dampaknya akan terasa jauh di masa depan.

"Pandemi corona adalah krisis kesehatan sekali dalam seabad, yang dampaknya akan terasa selama beberapa dekade mendatang," kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pertemuan komite darurat WHO, Jumat (31/7) yang dikutip Reuters.

Pandemi corona telah menewaskan lebih dari 670.000 orang sejak muncul akhir tahun lalu di Wuhan, Cgina, dengan lebih dari 17 juta kasus positif corona.

Baca Juga: Google akan biarkan karyawannya kerja dari rumah sampai 2021

Amerika Serikat (AS), Brasil, Meksiko dan Inggris sangat terpukul dalam beberapa pekan terakhir oleh penyakit yang disebabkan oleh virus corona ini.

Ekonomi telah dihantam oleh pembatasan atau kuncian untuk membatasi penyebaran wabah corona. Sementara banyak negara khawatir akan munculnya gelombang kedua corona.

Sementara itu, lebih dari sekitar 150 perusahaan farmasi sedang mengerjakan vaksin corona, meskipun penggunaan pertama tidak dapat diharapkan sampai awal 2021.

Tedros mengatakan, meskipun pengetahuan tentang virus corona telah berkembang, banyak pertanyaan tetap tidak terjawab dan populasi tetap rentan.

"Hasil awal dari penelitian serologi (antibodi) menunjukkan gambaran yang konsisten: sebagian besar orang di dunia tetap rentan terhadap virus ini, bahkan di daerah yang telah mengalami wabah parah," katanya.

Banyak negara yang percaya bahwa mereka telah melewati yang terburuk sekarang bergulat dengan wabah baru. Beberapa yang kurang terpengaruh dalam minggu-minggu awal, sekarang melihat meningkatnya jumlah kasus dan kematian.

Baca Juga: Virus corona di China makin menggila, catat rekor harian tertinggi sejak 13 April


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Advokasi Kebijakan Publik di Era Digital (Teori dan Praktek) Mengenal Pentingnya Sustainability Reporting

[X]
×