kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

WHO Waspadai Penyebaran Penyakit di Ukraina Jika Lab Kesehatan Hancur Digempur Rusia


Jumat, 11 Maret 2022 / 10:32 WIB
ILUSTRASI. Warga sipil berlatih melempar bom molotov untuk melindungi kota di Zhytomyr, Ukraina, Selasa (1/3/2022). REUTERS/Viacheslav Ratynskyi


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyarankan Ukraina untuk menghancurkan patogen berbahaya yang ada di laboratorium kesehatannya demi mencegah penyebaran penyakit. Hancurnya laboratorium akibat serangan Rusia tentunya bisa terjadi kapan pun.

Ukraina memiliki laboratorium kesehatan masyarakat yang meneliti cara mengurangi ancaman penyakit berbahaya yang menyerang hewan dan manusia termasuk Covid-19.

Laboratorium semacam ini pasti dimiliki setiap negara untuk keperluan penelitian medis. Laboratorium kesehatan Ukraina telah menerima dukungan dari Amerika Serikat, Uni Eropa dan WHO.

Baca Juga: Rusia Bombardir Rumah Sakit Bersalin, Zelenskyy: Genosida di Ukraina Sedang Terjadi

Melalui email yang dikirim ke Reuters hari Kamis (10/3), WHO memastikan pihaknya telah berkolaborasi dengan laboratorium kesehatan masyarakat Ukraina untuk mencegah bocornya patogen yang tidak disengaja atau disengaja.

Di tengah konflik seperti sekarang, WHO menyarankan agar otoritas kesehatan Ukraina segera memusnahkan sampel patogen yang ada untuk mencegah kebocoran yang disebabkan oleh serangan pasukan Rusia.

"WHO sangat merekomendasikan kepada Kementerian Kesehatan di Ukraina dan badan-badan lain yang bertanggung jawab untuk memusnahkan patogen ancaman tinggi untuk mencegah potensi tumpahan," ungkap WHO.

Dalam pesannya, WHO tidak memberitahu secara spesifik tentang jenis patogen atau racun yang disimpan di laboratorium Ukraina. Mereka juga tidak menjawab pertanyaan tentang apakah rekomendasinya akan dijalankan oleh Ukraina.

Baca Juga: ICC Mengirim Tim Penyelidik ke Ukraina untuk Mencari Indikasi Kejahatan Perang

Fasilitas laboratorium sains Ukraina telah menjadi sorotan Rusia sejak invasi terjadi. Rusia mengklaim bahwa AS mengoperasikan laboratorium biowarfare di Ukraina untuk mengembangkan senjata kimia dan biologis.

Rusia bahkan mengklaim telah menemukan bukti bahwa Ukraina telah melakukan upaya darurat untuk menghapus bukti program biologis militer dengan menghancurkan sampel laboratorium.

WHO memastikan bahwa pernyataan terbarunya sama sekali tidak mengacu pada biowarfare. Pihaknya justru mendorong semua pihak untuk bekerja sama dalam pemusnahan patogen berbahaya dengan cara yang aman dan terjamin.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×