kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Xi Jinping: Tanpa tentara yang kuat, tidak akan ada ibu pertiwi yang kuat


Sabtu, 24 Oktober 2020 / 06:59 WIB
Xi Jinping: Tanpa tentara yang kuat, tidak akan ada ibu pertiwi yang kuat
ILUSTRASI. Presiden China Xi menyerukan untuk mempercepat modernisasi pertahanan dan angkatan bersenjata negara.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Korea Utara berperang pada tahun 1950 dengan Korea Selatan, yang didukung oleh pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang sebagian besar terdiri dari pasukan AS.

Pada Oktober 1950, pasukan Tiongkok menyeberangi Sungai Yalu di perbatasan dengan Korea Utara, sementara Soviet menyediakan perlindungan udara.

Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata pada tahun 1953. Ini bukan perjanjian damai, sehingga meninggalkan semenanjung itu dalam keadaan perang teknis.

Selanjutnya: Xi Jinping batuk-batuk, begini reaksi dunia




TERBARU

[X]
×