kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Xi Jinping: Virus corona kasus yang paling sulit dikendalikan sejak China berdiri


Senin, 24 Februari 2020 / 08:22 WIB
Xi Jinping: Virus corona kasus yang paling sulit dikendalikan sejak China berdiri
ILUSTRASI. Presiden China Xi Jinping. REUTERS/Jason Lee TPX IMAGES OF THE DAY

Sumber: South China Morning Post,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Dalam pertemuan pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, Presiden Cina Xi Jinping mengatakan epidemi virus korona adalah krisis kesehatan masyarakat paling serius di negara itu. Dia lantas menjanjikan kebijakan yang lebih pro-pertumbuhan untuk membantu mengatasinya.

Menurut kantor berita negara Xinhua, Xi mengatakan epidemi virus corona adalah penyebaran tercepat, dengan kasus terinfeksi paling banyak dan yang paling sulit untuk dicegah dan dikendalikan sejak berdirinya Republik Rakyat China.

"Ini adalah krisis bagi kami dan ini juga merupakan ujian besar," katanya. Dia mengakui bahwa negara itu perlu belajar dari "kekurangan nyata yang terungkap" dalam upaya menanggapi virus, sehingga dapat meningkatkan kemampuannya untuk menangani krisis di masa depan.

Baca Juga: Italia terkejut, kasus virus corona melonjak tiba-tiba dari 3 menjadi 152 kasus!

Tetapi Xi juga mengatakan kepada para kader Partai Komunis bahwa “penilaian epidemi Komite Pusat partai itu akurat, semua pengaturan kerja tepat waktu, dan langkah-langkah yang diambil efektif”.

"Efektivitas kerja pencegahan dan pengendalian sekali lagi menunjukkan keunggulan signifikan dari kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok dan sistem sosialis dengan karakteristik China," katanya seperti dilansir South China Morning Post.

Baca Juga: Warga global panik, kasus virus corona di Iran, Korsel, dan Italia kian merajalela

Dia mengatakan, mengendalikan wabah di pusat kota Wuhan di China dan provinsi Hubei yang lebih luas serta mencegah penyebaran epidemi ke Beijing, pusat politik China, adalah dua tujuan strategis utama negara itu.

"Pertama, (kita harus) dengan tegas mengekang penyebaran epidemi ... meningkatkan metode pengobatan dan penyembuhan, dan mengurangi tingkat infeksi dan kematian secara efektif di Hubei dan Wuhan," katanya.

Baca Juga: Xi Jinping: Epidemi corona belum capai puncak



TERBARU

[X]
×