kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.870
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS609.032 -0,82%

YouTube luncurkan aplikasi musik streaming versi premium

Jumat, 18 Mei 2018 / 12:34 WIB

YouTube luncurkan aplikasi musik streaming versi premium
ILUSTRASI. Ilustrasi Google Youtube



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. YouTube terus memperbanyak layanannya. Terbaru, YouTube akan meluncurkan dua layanan streaming musik versi terbaru. Yakni YouTube Music dan YouTube Premium. 

Tahap awal, YouTube akan meluncurkan layanan YouTube Music pada minggu depan atau tepatnya pada 22 Mei mendatang. Layanan ini menghadirkan fitur ekstra seperti personalisasi penggunaan berdasarkan histori individu.

YouTube Music akan diluncurkan di Amerika Serikat (AS), Australia, Selandia Baru, Meksiko, dan Korea Selatan pada Selasa (22/5). Lalu akan diperluas ke beberapa negara lain dalam minggu-minggu berikutnya.

Sebagai masa percobaan, bagi konsumen yang ingin YouTube Music akan dikenakan biaya sebesar US$ 10 per bulan. Namun, layanan ini masih menampilkan iklan dan tidak dapat di-download.

Selanjutnya, anak usaha Google ini akan meluncurkan YouTube Premium. Berbeda dengan YouTube Music, layanan premium ini akan dikenakan biaya lebih tinggi tanpa ada jeda iklan.

YouTube berencana membebankan tambahan biaya sekitar US$ 2 ke penggunanya untuk layanan premium. "YouTube Premium akan dikenakan biaya US$ 11,99 untuk semua anggota baru," tulis YouTube seperti dilansir Reuters, Kamis (17/5).

Perusahaan yang berbasis di California ini menyebutkan, YouTube Premium memiliki layanan bebas iklan, background, add free video dan download di semua YouTube. Selain itu, pengguna YouTube premium dapat mengakses layanan film orisinal YouTube seperti Cobra Kai dan Step Up..

Sedangkan, untuk anggota YouTube Red yang sudah ada, akan berlanjut masuk ke YouTube Premium. Dua tahun lalu, YouTube telah meluncurkan layanan YouTube Red. Aplikasi ini memberikan layanan musik kepada pelanggan, kurang lebih mirip seperti Spotify dan Apple Music.

YouTube Music dibangun sebagian besar untuk membantu label musik yang mengeluh bahwa layanan gratis dan didukung iklan YouTube, tidak menghasilkan cukup pendapatan bagi mereka.

Untuk itu, CEO YouTube Susan Wojcicki membuat YouTube Red sebagai layanan musik yang lebih adil. Pasalnya, YouTube telah menghasilkan sejumlah besar uang yang juga mengalir ke kantong Google.

 


Reporter: Nina Dwiantika
Editor: Wahyu Rahmawati

APLIKASI

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.1186 || diagnostic_web = 0.4382

Close [X]
×