kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.016   80,74   1,02%
  • KOMPAS100 1.130   12,89   1,15%
  • LQ45 819   3,74   0,46%
  • ISSI 283   5,53   1,99%
  • IDX30 426   -0,38   -0,09%
  • IDXHIDIV20 511   -3,36   -0,65%
  • IDX80 126   1,27   1,02%
  • IDXV30 139   0,28   0,20%
  • IDXQ30 138   -0,76   -0,55%

Yueting berani memperolok pesaingnya (3)


Jumat, 22 Januari 2016 / 15:36 WIB
Yueting berani memperolok pesaingnya (3)


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Tri Adi

Jia Yueting tidak mungkin bisa menjadi kesohor seperti saat ini kalau tidak memiliki sesuatu yang spesial dalam dirinya. Miliarder pemilik kekayaan senilai US$ 7,7 miliar tersebut, dinilai memiliki banyak ide cerdas dalam mengembangkan perusahaannya yang bergerak dibisnis online video streaming. Salah satu kelebihan mantan karyawan bagian teknologi informasi (TI) ini adalah tidak takut bersaing dengan konglomerasi besar dalam upaya mengembangan bisnis.

Salah satu indikator kesuksesan seorang pengusaha adalah bagaimana dia membuat gebrakan atau terobosan bagi perusahaan yang dipimpinnya. Hal inilah yang selalu ada dalam diri Jia Yueting, sejak dirinya mendirikan Leshi Internet Information & Technology atau dikenal dengan nama Letv.

Salah satunya ide cemerlang Jia untuk menggabungkan televisi dan video online ke smartphone, membuka persaingan baru. Langkah ini tak hanya menantang Apple, tapi juga lima raksasa penyedia internet mobile China seperti Tencent, Alibaba, Baidu, Lei Jun Xiaomi, dan Zhou Hongyi Qihoo.

Dalam salah satu artikel yang diunggah www.miraeasset.com berjudul "Jia Yueting: Semangat Seorang Pengganggu" diceritakan bagaimana Jia menantang para pesaingnya. Dia dinilai banyak menghabiskan waktu dan sumber daya untuk bertempur di industri mobile internet. Bahkan, saat peluncuran Letv Superphones, Jia secara terbuka menantang Apple melalui surat berjudul "Sistem terbuka di era baru konektivitas".

Dalam surat itu, Jia menjelaskan bagaimana Apple mendefinisikan ulang industri telepon genggam dengan strategi aplikasi berbasis smartphone. Dia menyebut, Apple melakukan sistem tertutup karena menahan inovasi.

Bahkan, Jia mengungkapkan bahwa Apple membatasi penggunaan aplikasi pihak ketiga dengan memblokir panggilan spam dan email, yang justru popular di China.

Yang lebih menggemaskan, Jia membandingkan Apple dengan Nazi dalam poster peluncuran smartphone itu. Poster yang menunjukkan Adolf Hitler mengenakan ban kapten merah dengan logo Apple dan tulisan "Sumber Keramaian, Kebebasan vs Kesombongan, dan Tirani" ini pun di-posting di halaman Weibo yang memiliki 5 juta pengikut. "Di bawah rezim arogan, dominasi iOS berkembang di seluruh dunia yang belum dicintai tapi sudah dibenci, kita selalu bertanya, apakah inovasi semacam ini oke?" tulis Jia.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa Apple adalah "kerajaan senja", sebuah metafora untuk sesuatu yang sekarat.

Untuk membuktikan tantangan itu, Jia akan membangun ekosistem mobile internet, lengkap dengan sistem operasi eUI yang bisa digunakan pada semua perangkat seperti televisi, smartphone, dan mobil. Ekosistem ini berdasarkan interaksi dan konektivitas antar sejumlah perangkat dan terbuka bagi pembuat aplikasi dan penyedia konten.

Masih dari surat terbuka itu, Jia juga menjelaskan bahwa Letv memiliki semangat pengganggu. Dari sudut pandang tertentu, kata pengganggu mungkin deskripsi yang cocok bagi Letv.

Superphone 1 hasil ciptaan Jia dijual dengan harga US$ 239 dan 1 Pro seharga US$ 399. Harga itu sebanding jika melihat hardware , performa dan strategi perusahaan. Adapun ponsel andalan Letv, Superphone Max sudah merilis daftar bahan material untuk menetapkan harga dari respon pengguna.

Pemahaman Jia tentang "pemikiran internet" adalah salah satu sumber utama Letv tentang kepercayaan di sektor televisi dan smartphone. Namun pada akhirnya, cara berpikir Jia harus diimbangi biaya besar. Strategi rasio harga dan performa tinggi berarti bahwa mereka harus siap menghadapi berbagai hantaman pada setiap bagian perangkat keras yang dijual dalam rangka memperluas basis pengguna.

Biaya adalah kebutuhan yang tinggi bagi perusahaan, meski bukan persoalan serius untuk seorang Jia. Hal ini ditunjang pengetahuan tentang pencarian dana di pasar modal. Sejak melantai di bursa saham (IPO) LeTV.com telah mengeluarkan dividen yang tinggi tiap tahun.   

(Bersambung)




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×