10 penemuan baru di Afrika untuk membantu penanganan corona

Senin, 17 Agustus 2020 | 05:47 WIB Sumber: Kompas.com
10 penemuan baru di Afrika untuk membantu penanganan corona

ILUSTRASI. 10 penemuan baru di Afrika untuk membantu penanganan corona


KONTAN.CO.ID - Cape Town. Kasus corona di Afrika masih terus bertambah. Bahkan kasus positif corona di Afrika sudah menembus 1 juta orang. Namun, kasus corona di Afrika juga telah melahirkan beberapa inovasi untuk menangani penyebaran virus corona.

Melansir BBC pada Minggu (16/8/2020), inilah 10 inovasi dalam menghadapi virus corona dari benua hitam ini.

1. Robot "Doctor Car"

Siswa dari Dakar Polytechnic School di Senegal telah membangun robot multifungsi yang dirancang untuk menurunkan risiko kontaminasi corona dari pasien hingga perawat. Perangkat ini dilengkapi kamera dan dikendalikan dari jarak jauh melalui aplikasi.

Para perancang mengatakan itu dapat bergerak di sekitar kamar pasien yang dikarantina untuk mengukur suhu mereka dan mengirimkan obat-obatan serta makanan.

2. Mesin cuci tangan otomatis

Anak sekolah Kenya berusia 9 tahun, Stephen Wamukota, menemukan mesin cuci tangan dari kayu untuk membantu menerapkan kebersihan tangan dan mengurangi penyebaran virus corona. Mesin tersebut memungkinkan pengguna mengisi seember air untuk mencuci tangan dengan menggunakan pedal kaki.

Ini membantu pengguna terhindar dari sentuhan permukaan benda untuk mengurangi risiko infeksi. Wamukota telah diberi penghargaan presiden pada Juni lalu. Stephen Wamukota menerima penghargaan dari presiden untuk inovasinya.

3. Ventilator portabel untuk pasien corona

Di tengah bangsal Covid-19 di Nigeria kekurangan ventilator, seorang mahasiswa teknik berusia 20 tahun, Usman Dalhatu, berusaha membantu mengatasi kekurangan tersebut dengan ventilator ciptaannya.

Dalhatu membangun ventilator otomatis portabel untuk membantu orang dengan masalah pernapasan, yang seringkali dibutuhkan oleh orang yang memiliki gejala infeksi virus corona yang parah. Dia sekarang berencana untuk membangun hingga 20 ventilator. Usman Dalhatu mengatakan dia sedang menunggu persetujuan untuk ciptaan ventilatornya.

Editor: Adi Wikanto

Terbaru