kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45775,90   0,60   0.08%
  • EMAS934.000 0,32%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

4 pesan Xi Jinping yang bikin masyarakat China tenang di masa sulit


Jumat, 29 Mei 2020 / 09:00 WIB
4 pesan Xi Jinping yang bikin masyarakat China tenang di masa sulit
ILUSTRASI. Presiden China Xi Jinping 3 Mei 2020, tangkapan layar TV.

Sumber: Xinhua | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Presiden Tiongkok Xi Jinping memberikan pesan yang membuat tenang warganya pada saat-saat sulit dan penuh dengan ketidakpastian. Melansir Xinhua, Xi berbicara tentang berbagai topik dalam "dua sesi" tahun ini, yang ditutup pada hari Kamis (28/5/2020) kemarin.

Dua sesi tersebut adalah pertemuan tahunan Kongres Rakyat Nasional (NPC) dan Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC).

Xi ikut hadir dalam musyawarah dengan anggota parlemen dari Daerah Otonomi Mongolia Dalam China utara pada 22 Mei, hari pertama sesi tahunan legislatif nasional.

Baca Juga: Xi Jinping titahkan militer China siapkan skenario terburuk dan siaga tempur

Berikut adalah pesan Xi yang membuat tenang di masa sulit bagi masyarakat China, seperti yang dikutip dari Xinhua:

1. Orang pertama

"Orang yang pertama" adalah kata kunci dalam diskusi. Xi merujuk pada pemulihan pasien COVID-19 yang berusia 87 tahun setelah 47 hari perawatan oleh tim yang terdiri dari 10 dokter dan perawat.

"Banyak orang bekerja bersama untuk menyelamatkan satu pasien. Ini, pada dasarnya, mewujudkan apa pun yang diperlukan (untuk menyelamatkan hidup)," katanya seperti yang dilansir Xinhua.

Baca Juga: Dampak keputusan AS atas Hong Kong: China bisa semakin murka

Tiongkok melakukan tindakan cepat dan menyeluruh untuk mengatasi penyakit ini. Yakni dengan memobilisasi dokter terbaik, peralatan paling canggih dan sumber daya permintaan tinggi. Pasien tertua yang telah disembuhkan adalah 108 tahun.

"Presiden Xi menekankan orang dan kehidupan adalah prioritas utama," kata Huhbaater, seorang profesor di Universitas Pertanian Mongolia Dalam dan seorang wakil NPC yang mendengar Xi berbicara.




TERBARU

[X]
×