Sumber: Business Insider | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Bisnis wealth jadi andalan
Dalam laporan keuangan terbarunya, Goldman Sachs mencatat pendapatan dari private banking dan lending tumbuh 16% sepanjang 2025. Sementara itu, total aset kelolaan di bisnis asset and wealth management mencapai rekor US$ 3,6 triliun, ditopang oleh pendapatan biaya pengelolaan, aktivitas pinjaman, dan arus masuk dana nasabah.
Penunjukan para pimpinan baru ini dilakukan di tengah optimisme Goldman Sachs menghadapi tahun bisnis yang diharapkan sangat kuat, bahkan berpotensi menyaingi performa gemilang pada 2021.
Namun, persaingan di Wall Street juga semakin ketat. Goldman Sachs menghadapi rivalitas sengit dalam perebutan klien dan talenta, serta pasar yang makin padat untuk layanan kredit swasta dan pengelolaan kekayaan.
Strategi jangka panjang David Solomon
Di bawah kepemimpinan David Solomon, Goldman Sachs selama beberapa tahun terakhir konsisten memperkuat bisnis asset and wealth management agar menjadi investor institusional yang lebih seimbang dan aktif di berbagai kelas aset.
Pada akhir 2022, Goldman menunjuk Marc Nachmann untuk memimpin divisi gabungan Asset & Wealth Management, menyatukan dua bisnis tersebut dalam satu platform terintegrasi. Sejak saat itu, aset kelolaan di divisi ini melonjak lebih dari US$ 1 triliun, dari sekitar US$ 2,5 triliun pada akhir 2022.
Tonton: Tak Hanya Soal Independensi, BI Dihadapkan Tekanan Rupiah hingga Arah Suku Bunga
Goldman Sachs juga mendorong strategi One Goldman Sachs, yang bertujuan menghubungkan berbagai lini bisnis—mulai dari bankir investasi hingga penasihat keuangan, agar dapat melayani klien yang sama, memperluas kolaborasi, dan memaksimalkan peluang pendapatan.













