Sumber: Business Insider | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Goldman Sachs menambah tujuh nama baru ke jajaran pimpinan tertingginya. Menariknya, seluruh pemimpin baru tersebut berasal dari satu divisi yang sama: bisnis manajemen aset dan kekayaan (asset and wealth management/AWM) yang mengelola dana hingga US$ 3,6 triliun.
Langkah ini memberi sinyal jelas ke mana arah strategi Goldman Sachs ke depan.
Business Insider melaporkan, bank investasi raksasa tersebut mengumumkan penambahan tujuh mitra ke dalam management committee, organ kepemimpinan tertinggi Goldman Sachs yang saat ini beranggotakan 41 orang. Dengan tambahan ini, jumlah anggota komite naik menjadi 46 orang.
Seluruh pimpinan baru berasal dari divisi asset and wealth management, yang kini menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama Goldman Sachs. Divisi ini mencakup bisnis kredit swasta, investasi publik, investasi alternatif, hingga pengelolaan kekayaan nasabah.
“Kesempatan untuk terus memperluas bisnis kami di AWM merupakan tujuan strategis utama perusahaan, dan para pemimpin ini akan membantu kami mewujudkannya,” ujar CEO Goldman Sachs, David Solomon, dalam pernyataan resminya.
Baca Juga: Arab Saudi Tegaskan Tak Izinkan Wilayahnya Dipakai untuk Serangan ke Iran
Pusat kendali strategi Goldman Sachs
Management committee merupakan badan pengambil keputusan paling senior di Goldman Sachs. Komite ini bertanggung jawab atas arah strategi, alokasi modal, serta keputusan kepemimpinan utama, dan rutin menggelar rapat mingguan untuk menentukan agenda bank.
Dalam waktu yang sama, dua tokoh lama Goldman Sachs juga mundur dari komite tersebut, yakni Wakil Ketua Richard Gnodde dan Chairman Asset Management Rich Friedman.
Daftar 7 pemimpin baru Goldman Sachs
Berikut tujuh eksekutif yang masuk ke management committee Goldman Sachs:
- James Reynolds, global co-head private credit Goldman Sachs Asset Management (GSAM) sekaligus CEO GSAM International
- Vivek Bantwal, global co-head private credit GSAM
- Michael Brandmeyer, global head dan chief investment officer External Investing Group GSAM
- John Mallory, incoming global co-head wealth management
- Kristin Olson, global head of alternatives for wealth
- Nishi Somaiya, incoming global co-head wealth management
- Gregory Calnon, global co-head public investing GSAM
Penunjukan ini juga membawa perubahan peran bagi John Mallory dan Nishi Somaiya. Keduanya telah berkarier lebih dari 25 tahun di Goldman Sachs dan sebelumnya memimpin bisnis private banking. Kini, mereka resmi menjabat sebagai global co-heads of wealth management.
Baca Juga: Harga Emas Melonjak ke Rekor Tertinggi, Investor Berburu Aset Aman
Bisnis wealth jadi andalan
Dalam laporan keuangan terbarunya, Goldman Sachs mencatat pendapatan dari private banking dan lending tumbuh 16% sepanjang 2025. Sementara itu, total aset kelolaan di bisnis asset and wealth management mencapai rekor US$ 3,6 triliun, ditopang oleh pendapatan biaya pengelolaan, aktivitas pinjaman, dan arus masuk dana nasabah.
Penunjukan para pimpinan baru ini dilakukan di tengah optimisme Goldman Sachs menghadapi tahun bisnis yang diharapkan sangat kuat, bahkan berpotensi menyaingi performa gemilang pada 2021.
Namun, persaingan di Wall Street juga semakin ketat. Goldman Sachs menghadapi rivalitas sengit dalam perebutan klien dan talenta, serta pasar yang makin padat untuk layanan kredit swasta dan pengelolaan kekayaan.
Strategi jangka panjang David Solomon
Di bawah kepemimpinan David Solomon, Goldman Sachs selama beberapa tahun terakhir konsisten memperkuat bisnis asset and wealth management agar menjadi investor institusional yang lebih seimbang dan aktif di berbagai kelas aset.
Pada akhir 2022, Goldman menunjuk Marc Nachmann untuk memimpin divisi gabungan Asset & Wealth Management, menyatukan dua bisnis tersebut dalam satu platform terintegrasi. Sejak saat itu, aset kelolaan di divisi ini melonjak lebih dari US$ 1 triliun, dari sekitar US$ 2,5 triliun pada akhir 2022.
Tonton: Tak Hanya Soal Independensi, BI Dihadapkan Tekanan Rupiah hingga Arah Suku Bunga
Goldman Sachs juga mendorong strategi One Goldman Sachs, yang bertujuan menghubungkan berbagai lini bisnis—mulai dari bankir investasi hingga penasihat keuangan, agar dapat melayani klien yang sama, memperluas kolaborasi, dan memaksimalkan peluang pendapatan.













