Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tetap menggunakan pesawat Boeing 747-8 hadiah dari Qatar untuk bertolak dari Washington menuju Texas pada Rabu (9/9/2026), meski keberangkatannya sempat tertunda akibat seluncuran darurat pesawat yang tidak sengaja mengembang.
Seluncuran darurat atau emergency slide tersebut terpicu secara tidak sengaja oleh personel militer sesaat sebelum Trump dijadwalkan naik ke pesawat untuk penerbangan menuju Dallas.
Baca Juga: Dolar AS Dekati Level Terendah 7 Bulan terhadap Yen, Ini Pemicunya
Sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa seluncuran itu kemudian dilepas dan dibawa pergi. Insiden tersebut sempat menyebabkan penundaan singkat terhadap keberangkatan Trump.
Ketika ditanya wartawan apakah dirinya yakin pesawat tersebut aman untuk diterbangkan, Trump menjawab, "Ya, saya yakin. Kalau tidak, saya tidak akan berada di dalamnya."
Pesawat Boeing 747-8 yang digunakan Trump tersebut umumnya dilengkapi 12 seluncuran evakuasi darurat.
Perangkat tersebut dirancang untuk membantu penumpang mencapai permukaan tanah dengan aman dari ketinggian sekitar 30 kaki.
Angkatan Udara AS belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters terkait insiden tersebut.
Baca Juga: Harga Emas Naik 1,4% ke US$ 4.414, Pasar Tunggu Data Inflasi AS
Pesawat Hadiah Qatar
Pesawat jumbo jet tersebut menjadi perhatian sejak Trump menerima Boeing 747-8 dari Qatar sebagai hadiah pada tahun lalu.
Trump mulai menggunakan pesawat tersebut sebagai Air Force One pada 1 Juli 2026 setelah dilakukan percepatan proses renovasi.
Penggunaan pesawat hadiah dari Qatar juga menjadi sorotan karena Air Force One memiliki standar keamanan dan kebutuhan operasional yang sangat tinggi.
Trump sebelumnya mengatakan pada pekan lalu bahwa Boeing 747 tersebut akan dikeluarkan sementara dari layanan pada Oktober mendatang untuk menjalani peningkatan keamanan. Proses tersebut diperkirakan berlangsung sekitar 60 hari.
Gedung Putih belum mengungkap secara rinci jenis peningkatan keamanan yang akan dilakukan terhadap pesawat tersebut.
Air Force One sendiri merupakan pesawat yang digunakan presiden AS dalam perjalanan resmi dan menjadi salah satu simbol penting kepresidenan Amerika Serikat.
Baca Juga: Brent Tembus US$ 100, Pasokan Minyak Timur Tengah Makin Tertekan














