kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45948,02   -4,93   -0.52%
  • EMAS937.000 -0,11%
  • RD.SAHAM -0.11%
  • RD.CAMPURAN -0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Afrika Selatan siapkan rumah sakit akibat lonjakan varian Omicron


Senin, 06 Desember 2021 / 14:11 WIB
Afrika Selatan siapkan rumah sakit akibat lonjakan varian Omicron
ILUSTRASI. Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa. (Jerome Delay via Reuters)

Sumber: Reuters | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JOHANNESBURG. Afrika Selatan sedang mempersiapkan rumah sakitnya untuk penerimaan lebih banyak pasien, ketika varian virus corona Omicron mendorong negara itu ke dalam gelombang keempat kasus COVID-19, kata Presiden Cyril Ramaphosa, Senin.

Omicron pertama kali terdeteksi di Afrika selatan bulan lalu dan telah memicu kekhawatiran global karena pemerintah khawatir akan lonjakan infeksi lainnya. Infeksi harian Afrika Selatan melonjak pekan lalu menjadi lebih dari 16.000 pada hari Jumat dari sekitar 2.300 pada hari Senin sebelumnya.

Ramaphosa mengatakan dalam buletin mingguan bahwa Omicron tampaknya mendominasi kasus baru di sebagian besar dari sembilan provinsi di negara itu dan mendesak lebih banyak orang untuk divaksinasi COVID-19.

Baca Juga: Swiss International Air Lines sementara menangguhkan penerbangan ke Hong Kong

"Afrika Selatan sekarang memiliki persediaan vaksin yang cukup, ... vaksinasi sangat penting untuk pemulihan ekonomi kita karena semakin banyak orang yang divaksinasi, semakin banyak bidang kegiatan ekonomi yang akan dibuka," katanya.

Para ilmuwan di Afrika Selatan dan negara-negara lain berlomba untuk menentukan apakah Omicron lebih menular, menyebabkan penyakit yang lebih parah dan lebih tahan terhadap vaksin yang ada.

Tetapi beberapa catatan anekdotal dari dokter dan ahli di Afrika Selatan meyakinkan, menunjukkan bahwa banyak infeksi yang disebabkannya ringan. "Kami terus mengawasi tingkat infeksi dan rawat inap," kata Ramaphosa.

Selanjutnya: Hanya reksadana pasar uang yang catatkan kinerja positif dalam sepekan terakhir




TERBARU

[X]
×