kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.624.000   -40.000   -1,50%
  • USD/IDR 17.783   18,00   0,10%
  • IDX 6.596   -4,17   -0,06%
  • KOMPAS100 859   -4,53   -0,52%
  • LQ45 652   -2,54   -0,39%
  • ISSI 229   -0,27   -0,12%
  • IDX30 365   -1,19   -0,33%
  • IDXHIDIV20 451   -1,09   -0,24%
  • IDX80 98   -0,50   -0,51%
  • IDXV30 124   -1,26   -1,01%
  • IDXQ30 117   -0,24   -0,20%

Akhiri protes, Pemimpin Hong Kong gelar dialog dengan masyarakat pada pekan depan


Selasa, 17 September 2019 / 11:07 WIB
ILUSTRASI. Carrie Lam


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan, dia dan timnya akan memulai sesi dialog dengan masyarakat pekan depan. Dan, ia menegaskan, kekerasan yang telah mengguncang bekas koloni Inggris ini selama tiga bulan protes harus berakhir.

Menurut Lam, yang berada di bawah tekanan Beijing untuk meredam amarah publik, sesi dialog akan berlangsung seterbuka mungkin, dengan anggota masyarakat bisa  mendaftar untuk hadir.

Baca Juga: Redakan demo, Pemimpin Hong Kong janjikan perumahan dan lapangan kerja

"Masyarakat Hong Kong benar-benar telah mengumpulkan banyak masalah ekonomi, sosial, dan bahkan politik yang mengakar. Saya berharap, berbagai bentuk dialog ini bisa menjadi landasan bagi kita untuk berdiskusi," kata Lam kepada wartawan, Selasa (17/9), seperti dikutip Reuters.

Lam menyatakan, masalah tersebut termasuk kekurangan perumahan dan tanah di salah satu kota berpenduduk paling padat di dunia dengan 7,4 juta jiwa itu. Orang-orang muda sangat frustrasi dengan biaya yang sangat mahal untuk mencari tempat tinggal sendiri.

“Tapi saya harus menekankan di sini, platform dialog tidak berarti kita tidak harus mengambil tindakan penegakan hukum yang tegas. Menekan kekerasan di depan kita masih menjadi prioritas,” tegas Lam.

Baca Juga: Redam dampak demo, China minta BUMN mereka untuk mendongkrak investasi di Hong Kong

Aksi demo masih berlangsung di Hong Kong dan meluas, dari tuntutan pencabutan RUU Ekstradisi bertambah menjadi demokrasi. Akhir pekan lalu, unjuk rasa berlangsung rusuh. Para pendemo melemparkan bom molotov yang dibalas tembakan gas air mata oleh polisi.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×