kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Akun Roblox Kids, Langkah Unik Hindari Jerat Regulasi Ketat Dunia


Selasa, 14 April 2026 / 17:50 WIB
Akun Roblox Kids, Langkah Unik Hindari Jerat Regulasi Ketat Dunia
ILUSTRASI. Tangkapan layar game Roblokx (Dok Roblox/arif budianto)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA.  Roblox Corp. mulai mengambil langkah defensif di tengah meningkatnya tekanan global terhadap platform digital yang dinilai berisiko bagi anak-anak. Perusahaan game berbasis konten buatan pengguna ini resmi meluncurkan jenis akun baru khusus anak dan remaja, seiring kekhawatiran regulator yang kian menguat terhadap keamanan dan potensi kecanduan di ruang digital.

Melalui akun Roblox Kids dan Roblox Select, perusahaan menerapkan verifikasi usia serta kontrol orang tua guna membatasi akses pengguna di bawah 16 tahun terhadap konten yang tidak sesuai. Langkah ini bukan sekadar inovasi produk, melainkan sinyal kuat bahwa Roblox tengah berupaya menghindari jeratan regulasi ketat yang kini membayangi industri platform digital secara global.

Dalam laporan Bloomberg (14/4), Chief Executive Officer Roblox, Dave Baszucki mengungkapkan, sekitar 65% pengguna di Amerika Serikat telah melalui proses verifikasi usia. Ia menegaskan teknologi estimasi usia yang dikembangkan Roblox memungkinkan interaksi antarpengguna tetap berada dalam kelompok usia yang relevan, berbeda dengan sejumlah platform media sosial lain yang kerap dikritik karena celah keamanan.

Namun demikian, upaya ini muncul di tengah catatan reputasi yang belum sepenuhnya bersih. Roblox masih menghadapi berbagai gugatan hukum terkait dugaan kelalaian dalam melindungi anak-anak dari predator online. Bahkan, kasus kriminal terbaru di Inggris kembali menyoroti celah keamanan platform ini, setelah seorang pria dipenjara karena melakukan grooming terhadap remaja yang dikenalnya melalui Roblox.

Baca Juga: Ekonomi Kreator Roblox di Indonesia Capai Rp 126,7 Miliar

Tekanan terhadap Roblox juga mencerminkan tren global yang lebih luas. Sejumlah negara mulai memperketat aturan penggunaan platform digital oleh anak-anak, terinspirasi kebijakan agresif Australia dalam membatasi akses media sosial bagi usia muda. Meski demikian, perdebatan masih berlangsung apakah platform game seperti Roblox harus diperlakukan setara dengan media sosial.

Dari sisi bisnis, langkah pembatasan ini berpotensi menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, peningkatan keamanan dapat memperkuat kepercayaan publik dan regulator. Namun di sisi lain, pembatasan akses dan fitur terutama pada segmen usia muda yang menjadi basis utama pengguna berisiko menekan tingkat keterlibatan (engagement) yang selama ini menjadi mesin pertumbuhan Roblox.

Sebagai gambaran, Roblox mencatat 144 juta pengguna aktif harian hingga akhir 2025, dengan pendapatan mencapai US$ 1,4 miliar pada kuartal terakhir tahun tersebut. Menariknya, sekitar 35% pengguna yang telah diverifikasi berusia 13 tahun atau lebih muda segmen yang kini justru dibatasi lebih ketat.

Roblox menargetkan implementasi penuh sistem akun berbasis usia ini pada Juni mendatang. Pengguna yang tidak melakukan verifikasi hanya akan mengakses versi platform paling terbatas. Selain itu, pengembang game untuk anak-anak juga diwajibkan melalui proses verifikasi identitas.

Ke depan, efektivitas kebijakan ini akan diuji. Apakah mampu benar-benar meningkatkan keamanan tanpa menggerus daya tarik platform, atau justru menjadi awal dari pengetatan yang lebih luas terhadap industri game digital itulah pertanyaan besar yang kini membayangi Roblox.

Baca Juga: Rusia Blokir Snapchat Hingga Roblox


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×