kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Amerika-China saling ancam, apa yang akan terjadi selanjutnya?


Kamis, 28 November 2019 / 13:08 WIB
ILUSTRASI. Aksi unjuk rasa di Hong Kong berubah menjadi aksi kerusuhan. REUTERS/Tyrone Siu


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Jika Hong Kong hanya menjadi pelabuhan China lainnya, ini bisa melukai tidak hanya kota dan China, tetapi juga bisnis AS, dan perusahaan yang bergantung pada peran wilayah Hong Kong sebagai perantara. Bukan tidak mungkin banyak pebisnis akan mengalihkan  bisnis mereka ke tempat lain.

Pentingnya status Hong Kong

Dari perspektif bisnis, salah satu elemen terpenting dari status khusus Hong Kong adalah dianggap sebagai zona pabean dan perdagangan yang terpisah dari Tiongkok.

Itu berarti, misalnya, bahwa tarif perang dagang tidak berlaku untuk ekspor dari Hong Kong.
 
Menurut data Departemen Luar Negeri AS, 85.000 warga AS tinggal di Hong Kong pada 2018 dan lebih dari 1.300 perusahaan AS beroperasi di sana, termasuk hampir setiap perusahaan keuangan utama AS.

Wilayah ini adalah tujuan utama layanan hukum dan akuntansi AS pada tahun 2018. Surplus perdagangan barang-barang terbesar AS adalah dengan Hong Kong dengan nilai mencapai US$ 31,1 miliar.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×