kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Amnesty International: Konflik Nagorno-Karabakh sarat pelanggaran hukum perang


Jumat, 15 Januari 2021 / 11:20 WIB
Amnesty International: Konflik Nagorno-Karabakh sarat pelanggaran hukum perang
ILUSTRASI. Amnesty International menemukan fakta bahwa kedua pihak sengaja menyerang pemukiman sipil.


Sumber: Al Jazeera | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Armenia dan Azerbaijan disebut telah melanggar hukum internasional dalam rangkaian konflik Nagorno-Karabakh akhir tahun lalu karena banyak menewaskan warga sipil.

Amnesty International yang menyoroti konflik tersebut menilai bahwa Armenia dan Azerbaijan telah mengabaikan aturan sehingga menimbulkan banyak korban tewas dari kalangan warga sipil.

Dilansir dari Al Jazeera, laporan Amnesty International hari Kamis (14/1) mengatakan ada bukti jelas bahwa pasukan Armenia dan Azerbaijan telah berulang kali menyerang daerah pemukiman yang jauh dari garis depan dalam konflik enam minggu tahun lalu.

Bukan hanya itu, Amnesty International juga menyoroti penggunaan munisi tandan yang telah ditentang penggunaannya oleh lebih dari 100 negara di dunia.

Baca Juga: Susul Rusia, Turki segera kirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Azerbaijan

Selama konflik Nagorno-Karabakh berlangsung pada bulan September hingga November 2020 lalu, Azerbaijan melaporkan sedikitnya 94 warga sipil dan lebih dari 2.800 tentara tewas. Sementar Armenia melaporkan sedikitnya 60 warga sipil dan 2.400 tentara tewas.

Amnesty International menyebutkan korban tewas sipil di 146 secara keseluruhan dan meminta kedua negara segera menyelidiki penggunaan senjata yang dinilai tidak akurat dan sembarangan.

Pasukan Armenia menggunakan rudal balistik yang tidak akurat, sistem roket peluncuran ganda (MLRS) yang tidak terarah, dan artileri. Sementara Azerbaijan menerjunkan artileri tidak terarah dan MLRS.

Baca Juga: Rusia kirimkan pasukan perdamaian untuk amankan Nagorno-Karabakh


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×