Analis: Kasus Covid-19 Global Masih Akan Meningkat, Tapi Lajunya Melambat

Rabu, 26 Oktober 2022 | 12:48 WIB Sumber: Reuters
Analis: Kasus Covid-19 Global Masih Akan Meningkat, Tapi Lajunya Melambat

ILUSTRASI. Pusat vaksinasi Covid-19 di Manchaster, Inggris.


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Sebuah studi yang dilakukan University of Washington menyebutkan bahwa jumlah kasus Covid-19 global masih akan terus bertambah dalam beberapa bulan mendatang. Namun, mereka meyakini laju pertambahannya akan melambat.

Dalam laporannya yang dirilis hari Senin (24/10), Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan (IMHE) dari University of Washington mengatakan peningkatan jumlah kasus tidak akan diikuti lonjakan jumlah kematian.

"Ada lebih sedikit infeksi yang diperkirakan dari perkiraan musim dingin lalu dengan rata-rata harian mencapai 80 juta kasus pada Januari yang didorong oleh penyebaran varian Omicron," tulis laporan tersebut, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Peringatan WHO: Covid-19 Masih Menjadi Darurat Kesehatan Global

Infeksi Covid-19 global harian diprediksi akan meningkat secara perlahan menjadi sekitar 18,7 juta pada bulan Februari mendatang dari sekitar rata-rata 16,7 juta saat ini.

Sementara itu, jumlah kematian harian akibat Covid-19 akan mencapai rata-rata 2.748 pada 1 Februari. Jumlah rata-rata saat ini sekitar 1.660. Hingga bulan Januari jumlahnya totalnya secara global akan ada lebih dari 11 juta per hari.

Khusus di AS, IMHE memperkirakan bahwa infeksi harian akan meningkat sepertiga menjadi lebih dari satu juta. Kondisi ini didorong oleh aktivitas sekolah yang mulai normal serta banyaknya pertemuan dalam ruangan di musim dingin.

IMHE juga menyebut bahwa lonjakan kasus Covid-19 di Jerman telah mencapai puncaknya. Kasus di Jerman mungkin akan turun lebih dari sepertiga menjadi sekitar 190.000 pada bulan Februari.

Baca Juga: Duh! WHO Minta Eropa Bersiap Hadapi Gelombang Covid-19 Baru

Lonjakan kasus di Jerman belakangan ini diduga terkait dengan subvarian Omicron BQ.1 atau BQ.1.1. Subvarian baru ini kemungkinan akan segera menyebar ke wilayah Eropa lain dalam beberapa minggu.

Para analis IMHE juga menemukan bahwa subvarian omicron yang baru, XBB, telah berhasil mendorong lonjakan jumlah pasien rawat inap di Singapura. Meski lebih mudah menular, XBB disebut tidak menyebabkan gejala yang parah.

Dugaan IMHE saat ini adalah dampak global akibat XBB dapat diredam karena orang yang sebelumnya terinfeksi dengan subvarian BA.5 dari Omicron kemungkinan memiliki kekebalan terhadapnya.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru