Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Lebih dari selusin manajer investasi mengatakan mereka memilih tetap mempertahankan kepemilikan emas, karena yakin daya tarik jangka panjangnya masih kuat.
“Potensi dakwaan terhadap The Fed menjadi pengingat bahwa pasar sedang menghadapi banyak ketidakpastian, mulai dari geopolitik, perdebatan soal pertumbuhan dan suku bunga, hingga risiko institusional baru,” kata Charu Chanana dari Saxo Markets di Singapura.
Kerusuhan mematikan di Iran juga menambah ketidakpastian, terutama terkait kemungkinan keterlibatan kembali AS di kawasan tersebut, menurut analis City Index Fawad Razaqzada.
Presiden Trump pada Minggu mengatakan tengah mempertimbangkan berbagai opsi terkait Iran. Ia juga kembali mengancam akan mengambil alih Greenland dan mempertanyakan manfaat aliansi NATO, hanya berselang sedikit lebih dari sepekan setelah menyita pemimpin Venezuela Nicolas Maduro.
Sementara itu, Mahkamah Agung AS menjadwalkan Rabu sebagai hari potensial berikutnya untuk mengumumkan putusan terkait tarif Trump. Jika tarif tersebut dibatalkan, itu akan menjadi pukulan besar bagi kebijakan ekonomi andalannya sekaligus kekalahan hukum terbesarnya sejak kembali menjabat presiden.
Tonton: CEO Exxon Sebut Venezuela Tak Layak Investasi, Trump Meradang
Pelaku pasar juga menanti hasil penyelidikan Section 232, yang berpotensi berujung pada pengenaan tarif AS atas perak, platinum, dan paladium.













