kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Ancaman Pelemahan Rupee, Ini Risiko Besar Meski RBI Beraksi Agresif!


Kamis, 21 Mei 2026 / 17:27 WIB
Ancaman Pelemahan Rupee, Ini Risiko Besar Meski RBI Beraksi Agresif!
ILUSTRASI. INDIA-MARKETS/FOREIGN INVESTORS (REUTERS/Francis Mascarenhas)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Bank sentral India atau Reserve Bank of India (RBI) kembali turun tangan di pasar valuta asing untuk menahan pelemahan rupee yang terus mencetak rekor terendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pada Kamis (21/5), RBI dilaporkan melakukan penjualan dolar AS dalam jumlah besar melalui bank-bank milik negara sebelum pasar dibuka. Langkah agresif tersebut langsung mendorong rupee menguat tajam di pasar antarbank.

Mengutip Reuters, rupee sempat melonjak mendekati level 96 per dolar AS setelah intervensi dilakukan. Mata uang India itu menguat sekitar 70 paise hanya dalam beberapa menit perdagangan.

Di pasar spot domestik, rupee dibuka di level 96,30 per dolar AS atau menguat 0,5% dibandingkan hari sebelumnya. Penguatan ini terjadi setelah sehari sebelumnya rupee nyaris menyentuh level 97 per dolar AS, yang menjadi titik terlemah sepanjang sejarah.

Sejumlah pelaku pasar menyebut RBI sengaja melakukan intervensi sebelum pembukaan pasar guna memutus tekanan negatif yang terus membebani rupee. Strategi serupa sebelumnya juga pernah digunakan RBI pada Maret lalu.

Seorang trader dari bank swasta mengatakan, salah satu bank besar milik negara menjual dolar secara agresif untuk membantu menopang nilai tukar rupee.

Baca Juga: Aliansi Pax Silica Meluas, AS-Filipina Percepat Kesepakatan Ekonomi Teknologi

Meski RBI telah beberapa hari terakhir aktif menjual dolar di berbagai level, tekanan terhadap rupee belum mereda. Dalam sembilan sesi terakhir, mata uang India itu telah melemah sekitar 2,5% dan terus mencetak rekor terendah baru.

Pejabat treasury dari salah satu bank swasta menilai RBI kemungkinan menyadari bahwa intervensi bertahap yang dilakukan sebelumnya tidak cukup efektif menahan pelemahan rupee.

“Rupee terus melemah apa pun yang dilakukan,” ujar sumber tersebut.

Tekanan terhadap rupee terutama dipicu lonjakan harga minyak dunia akibat perang Iran yang memperburuk prospek ekonomi India. Kondisi tersebut meningkatkan kebutuhan impor energi dan permintaan dolar AS di dalam negeri.

Selain itu, meningkatnya kekhawatiran investor global terhadap risiko ekonomi turut memicu arus keluar dana asing dari pasar saham India.

BofA Global Research dalam catatannya menyebut rupee berpotensi tetap berada dalam tekanan seiring tingginya permintaan dolar untuk impor minyak dan meningkatnya capital outflow akibat sentimen risk aversion.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang dipicu kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak juga menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupee India.

Baca Juga: Produsen Cokelat Global Kembali Serap Kakao Saat Harga Anjlok 70%




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×