kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Anggota Partai Demokrat AS berupaya batalkan penjualan senjata ke Israel


Kamis, 20 Mei 2021 / 08:38 WIB
ILUSTRASI. Bendera nasional AS dan Israel diproyeksikan di bagian tembok yang mengelilingi Kota Tua Yerusalem 11 Februari 2020.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Para anggota parlemen yang menolak umumnya menyayangkan penjualan senjata di tengah konflik yang sedang terjadi.

"Saat begitu banyak orang, termasuk Presiden Biden, mendukung gencatan senjata, kita seharusnya tidak mengirimkan persenjataan 'serangan langsung' kepada Perdana Menteri Netanyahu untuk memperpanjang kekerasan ini," ungkap Ocasio-Cortez dalam sebuah pernyataan yang dikutip Reuters.

Kini Ocasio-Cortez dan rekan-rekannya berusaha memblokir penjualan senjata berpemandu presisi melalui resolusi yang mereka ajukan.

Sayangnya, melihat minimnya dukungan, resolusi tersebut sepertinya tidak akan melangkah lebih jauh. Para pemimpin fraksi juga telah menunjukkan dukungan atas penjualan senjata tersebut, termasuk orang nomor dua di Partai Demokrat, Steny Hoyer.

Baik Partai Republik dan Demokrat di Kongres umumnya menyatakan dukungan kuat untuk Israel. Sejak Perang Dunia Kedua, Israel memang telah menjadi penerima bantuan luar negeri AS terbesar. Bantuan militer AS ke Israel ditaksir senilai US$ 3,8 miliar per tahun.

Selanjutnya: Di tengah kekacauan, pemerintahan Biden disebut setujui penjualan senjata ke Israel




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×