kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Angkatan Udara AS: Jet siluman F-35 bermasalah dan perlu pengganti


Rabu, 24 Februari 2021 / 10:20 WIB
ILUSTRASI. Sebuah pesawat F-35B Lightning II telah diluncurkan di atas kapal serbu amfibi USS Essex, 27 September 2018.


Sumber: Forbes | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Dalam proses pengadaannya, Lockheed dianggap telah gagal menyediakan F-35 sesuai pesanan. Lima belas tahun setelah penerbangan pertama F-35, Angkatan Udara hanya memiliki 250 unit F-35. Angkatan Udara AS menginginkan hampir 1.800 F-35 untuk menggantikan F-16 dan A-10 yang sudah menua dan merupakan jet tempur kelas bawah. 

Melihat hal tersebut, bukan tidak mungkin bahwa Angkatan Udara AS ke depannya akan membatalkan program pengadaan F-35. Kasus serupa pernah terjadi dalam pengadaan F-22 yang disetop setelah Lockheed hanya berhasil menyelesaikan 195 unit.

Lockheed dinilai terlalu banyak menambahkan fitur pada F-35 yang menyebabkan pembengkakan biaya. Kenaikan biaya berujung pada penundaan produksi yang cukup lama.

Dalam masa penundaan, Lockheed justru menghabiskan waktu untuk mengembangkan fitur serta desain tambahan. Penambahan tersebut menambah lebih banyak biaya yang berujung penundaan. Begitu seterusnya.

Selanjutnya: Ekspor militer Rusia ke Timur Tengah & Afrika mencapai US$ 6 miliar per tahun




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×