kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.014   51,00   0,28%
  • IDX 5.764   68,86   1,21%
  • KOMPAS100 747   11,89   1,62%
  • LQ45 568   11,29   2,03%
  • ISSI 199   0,82   0,41%
  • IDX30 323   6,94   2,20%
  • IDXHIDIV20 397   8,35   2,15%
  • IDX80 85   1,53   1,83%
  • IDXV30 108   1,46   1,37%
  • IDXQ30 104   1,89   1,85%

Arab Saudi Bergabung dengan Blok Keamanan yang Dipimpin China


Kamis, 30 Maret 2023 / 13:04 WIB
ILUSTRASI. Peserta KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Samarkand, Uzbekistan 16 September 2022. Sputnik/Sergey Bobylev/Pool via REUTERS


Sumber: The Straits Times | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - RIYADH. Arab Saudi pada hari Rabu (29/3) resmi bergabung dengan Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO), sebuah blok keamanan yang dipimpin oleh China. Di dalamnya, Arab Saudi akan berstatus sebagai mitra dialog.

Kabinet Arab Saudi menyetujui keputusan tersebut pada pertemuan pada hari Selasa yang dipimpin oleh Raja Salman, kantor berita Saudi Press Agency melaporkan.

Negara-negara lain dengan status pengamat atau mitra dialog adalah Mesir, Iran dan Qatar.

Keputusan Arab Saudi untuk bergabung dengan SCO diambil hanya beberapa pekan setelah mereka membuka kesepakatan rekonsiliasi dengan Iran yang ditengahi China. Rekonsiliasi itu dilakukan untuk memulihkan hubungan diplomatik penuh yang terputus tujuh tahun lalu.

Baca Juga: China: Kami Menerima Honduras Tanpa Syarat

Iran yang mayoritas Syiah dan Arab Saudi yang sebagian besar Sunni telah terlibat dalam serangkaian konflik proksi di kawasan Timur Tengah, termasuk pertempuran yang berlarut-larut di Yaman.

SCO didirikan pada tahun 2001 sebagai organisasi politik, ekonomi dan keamanan untuk menyaingi institusi Barat.

Selain China, delapan anggotanya termasuk India, Pakistan, dan Rusia, serta empat negara Asia Tengah, yaitu Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, dan Tajikistan.

Baca Juga: Zelenskyy Mengundang Xi Jinping untuk Berkunjung ke Ukraina

Setelah ini China berharap bisa memiliki hubungan yang lebih erat dengan Arab Saudi. Presiden China Xi Jinping menyadari betul bahwa hubungan Arab Saudi dengan AS belakangan ini sedang bermasalah karena perselisihan tentang hak asasi manusia dan produksi minyak.

Xi cukup giat mendekati Arab Saudi. Dalam panggilan teleponnya dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman hari selasa, Xi memuji keputusan Saudi untuk bergabung dengan SCO sebagai upaya untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Xi merasa China telah memainkan peran utama dalam memperkuat persatuan dan kerja sama regional, termasuk dalam rekonsiliasi Arab Saudi dan Iran.




TERBARU

[X]
×