kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

AS dan Jepang rencanakan perjanjian dagang bilateral


Kamis, 19 April 2018 / 09:40 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump dan Melania Trump bersama PM Jepang Shinzo Abe dan Akie Abe


Reporter: Grace Olivia | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - FLORIDA. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Rabu (18/4), berkomitmen untuk mengintensifkan pembicaraan perdagangan bilateral kedua negara. Ini sejalan dengan upaya AS mengkaji ulang perjanjian dengan beberapa mitra dagang terbesarnya.

Bagi Trump, kesepakatan bilateral ini guna mengurangi defisit perdagangan AS dengan Jepang. Sementara, Abe berupaya agar Jepang mendapat pengecualian dari tarif baja dan aluminium yang diumumkan Trump bulan lalu. Selain itu, Trump juga berencana mempercepat penjualan senjata ke sekutu, termasuk Jepang.

"AS berkomitmen untuk perdagangan bebas, adil dan, yang terpenting, timbal balik. Kami berkomitmen untuk membuat perjanjian perdagangan bilateral yang saling menguntungkan bagi kedua negara besar kami," kata Trump, dalam konferensi pers bersama dengan Abe di Mar-a-Lago, Florida, seperti dikutip Reuters, Kamis (19/4).

Jepang adalah mitra dagang terbesar keempat AS, dengan pertukaran barang dan jasa senilai US$ 200 miliar setiap tahunnya. Tahun lalu, AS mengalami defisit US$ 70 miliar dalam perdagangannya dengan Jepang, yang dinilai Trump tidak adil.

Abe, mengetahui ketertarikan AS terhadap kesepakatan bilateral, menyatakan bahwa Jepang saat ini masih melihat Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) yang multilateral sebagai opsi terbaik untuk kedua negara.

Sementara, Trump yang awalnya masih bersikeras menolak, mulai menunjukkan sinyal kemauannya bergabung kembali dalam TPP. "Saya tidak ingin kembali ke TPP, tetapi jika mereka menawarkan kesepakatan yang tidak dapat saya tolak atas nama AS, saya akan melakukannya," ujar Trump.




TERBARU

[X]
×