kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

AS dan Thailand bertemu, untuk melawan pengaruh China di Asia Tenggara?


Jumat, 10 Juli 2020 / 16:02 WIB
AS dan Thailand bertemu, untuk melawan pengaruh China di Asia Tenggara?
ILUSTRASI. Prayut Chan-O-Cha tersenyum setelah upacara pengesahan Kerajaan mengangkatnya sebagai Perdana Menteri Thailand di Kantor Pemerintah di Bangkok, Thailand, 11 Juni 2019.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Thailand adalah sekutu tertua Washington di Asia. Tetapi, hubungan keduanya tegang oleh kudeta militer 2014 yang dipimpin oleh Kepala Militer Prayuth yang menggulingkan pemerintah sipil terpilih.

AS mengurangi beberapa pertukaran militer dengan Thailand, dan Bangkok menanggapi dengan menjalin hubungan lebih dekat dengan China.

Namun, hubungan AS-China kembali mesra setelah pemilihan umum Thailand tahun lalu, yang secara resmi memulihkan pemerintahan sipil sambil tetap menjadikan Prayuth sebagai pemimpin sipil atau perdana menteri.

Baca Juga: Menlu China meminta AS menghentikan pendekatan berbahaya dan lebih rasional

Hubungan yang kembali mesra itu menghasilkan kesepakatan senjata dengan Thailand untuk kendaraan pengangkut personel lapis baja dan helikopter serang ringan buatan AS tahun lalu.

Prayuth mengatakan, AS memberikan bantuan senilai US$ 2 juta untuk membantu Thailand mengatasi wabah virus corona baru, menurut rilis berita dari Kantor Perdana Menteri Thailand. Thailand sudah enam minggu tanpa kasus transmisi virus corona di masyarakat.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×