kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.714   29,00   0,16%
  • IDX 6.599   -0,03   0,00%
  • KOMPAS100 872   -1,86   -0,21%
  • LQ45 650   -0,60   -0,09%
  • ISSI 239   0,56   0,23%
  • IDX30 369   -0,02   -0,01%
  • IDXHIDIV20 455   -0,21   -0,05%
  • IDX80 100   -0,07   -0,07%
  • IDXV30 129   0,23   0,18%
  • IDXQ30 119   -0,08   -0,07%

AS pilih hubungan yang lebih stabil dengan Rusia, tapi itu tergantung tindakan Putin


Selasa, 04 Mei 2021 / 12:12 WIB
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara kepada wartawan selama konferensi pers pertamanya di Departemen Luar Negeri di Washington, AS, 27 Januari 2021. REUTERS/Carlos Barria/Pool.


Sumber: TASS,Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - LONDON. Amerika Serikat lebih memilih hubungan yang lebih stabil dengan Rusia. Tetapi, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, itu banyak tergantung pada bagaimana Presiden Vladimir Putin memutuskan untuk bertindak, terutama terkait Ukraina.

"Kami telah menegaskan kembali dukungan kami yang teguh untuk kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas teritorial Ukraina," kata Blinken, Senin (3/5), dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab menjelang pertemuan Group of Seven (G7) di London.

"Kami tidak ingin meningkatkan, kami lebih suka memiliki hubungan yang lebih stabil, lebih dapat diprediksi. Dan, jika Rusia bergerak ke arah itu, kami juga akan melakukannya," ujarnya, seperti dikutip Reuters.

Sementara Raab menyatakan, G7 akan melihat proposal untuk membangun mekanisme respons cepat untuk melawan disinformasi Rusia.

Baca Juga: Dengan sangat hati-hati, AS awasi penarikan pasukan Rusia dari perbatasan Ukraina

Selain anggota G7 yakni Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat, Inggris juga mengundang menteri luar negeri Australia, India, Afrika Selatan, dan Korea Selatan.

Sebelumnya, Blinken menegaskan, Amerika Serikat "sangat hati-hati" memantau penarikan pasukan Rusia dari perbatasan Ukraina.

Tidak mengancam

Dalam wawancara dengan Program 60 Minutes CBS pada Minggu (2/5), Blinken mendapat pertanyaan: "Sudah diverifikasi bahwa mereka (pasukan Rusia) mundur?" 

"Mulai sekarang, kami mengawasinya dengan sangat hati-hati," jawabnya, seperti dikutip TASS.

"Ada lebih banyak pasukan yang terkumpul di perbatasan dengan Ukraina daripada kapan pun sejak 2014, ketika Rusia benar-benar menginvasi," kata dia. 

Baca Juga: Kazan siap bergabung dengan AL Rusia, kapal selam bersenjata rudal nuklir




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×